Ajat Rochmat Jatnika juga menyoroti keberhasilan Kabupaten Bogor dalam penurunan angka stunting, dari 27 persen pada tahun 2023 menjadi 18 persen pada 2025.

“Ini hasil kerja lintas sektor, dengan pola intervensi langsung di lapangan. Kami dorong setiap perangkat daerah memiliki anak asuh stunting agar hasilnya dapat terukur,” terangnya.

Baca Juga: Angkat Potensi Kaulinan Tradisional hingga Peran Perempuan Desa, Pemkab Bogor Launching Festival Tangkil 2025

Sebagai bentuk pengakuan atas kinerja tersebut, Kabupaten Bogor juga berhasil meraih penghargaan Juara Mandaya Award Tahun 2025.

Sebuah apresiasi nasional atas komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan publik, inovasi tata kelola, serta konsistensi dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan berbasis kolaborasi. 

IMG_20251031_101826.webp
EVALUASI AKIP: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memaparkan berbagai capaian, inovasi, dan strategi pembangunan daerah dalam giat Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) Tahun 2025 yang dilaksanakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) di Gedung Serbaguna 1, Kabupaten Bogor, Kamis (30/10/2025).

Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa upaya reformasi birokrasi dan peningkatan kinerja yang dijalankan Pemkab Bogor memberikan dampak signifikan bagi masyarakat.

Baca Juga: Bogor Barat dan Timur Siap Jadi Calon DOB, Cigudeg, Jonggol dan Sukamakmur Diunggulkan

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah terus mengembangkan berbagai strategi pengentasan kemiskinan multisektor, meliputi pengurangan beban pengeluaran masyarakat, peningkatan keterampilan dan pendapatan, serta penguatan ekosistem sosial-ekonomi.