Ia menekankan bahwa stigma sering kali membuat pasien terlambat memeriksakan diri atau enggan melanjutkan pengobatan.
“TBC bukan aib. Ini penyakit yang bisa disembuhkan. Yang berbahaya justru jika tidak diobati atau berhenti di tengah jalan,” ujarnya.
Dinkes Kota Bogor mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri apabila mengalami batuk dua minggu atau lebih, demam lama, keringat malam, atau penurunan berat badan tanpa sebab jelas.
Baca Juga: Demi Keselamatan, Pemkot Bogor Tutup Sementara Jalan Saleh Danasasmita Akibat Retak
Erna berharap seluruh warga Kota Bogor dapat menjadi bagian dari gerakan eliminasi TBC.
“Eliminasi TBC 2030 bukan sekadar target angka. Ini tentang menyelamatkan generasi kita. Jika kita bergerak bersama, saya optimis Kota Bogor bisa bebas TBC,” pungkasnya.
Comment