Dengan adanya sistem pemusatan parkir di titik tertentu, wisatawan dapat meninggalkan kendaraan pribadi sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi alternatif.

“Justru saya melihat itu bisa meminimalisir kendaraan naik. Secara lingkungan, udara tentu bisa menjadi lebih baik,” ujarnya.

Selain itu, penggunaan kereta gantung dinilai berpotensi mengurangi kebutuhan pembukaan lahan dibandingkan pembangunan jalan baru. Namun, Agus menegaskan seluruh dampak pembangunan tetap harus menjadi perhatian utama.

Menurutnya, pemerintah dan pihak terkait harus menghitung secara cermat keseimbangan antara manfaat ekonomi yang dihasilkan dengan potensi dampak terhadap lingkungan.

“Semua akan kita lihat dari kajiannya. Seberapa besar lingkungan yang terdampak, kemudian di sisi lain seberapa besar manfaat ekonominya. Apakah masih berimbang atau tidak, itu membutuhkan kajian,” katanya.