Adit mengingatkan kepada seluruh hadirin rapat paripurna, bahwa Kota Bogor memiliki tujuan untuk mencapai visi ‘Kota Sains yang Berkelanjutan’ seperti yang sudah dituangkan di dalam RPJPD 2025-2045.

Sehingga program-program pembangunan yang direncanakan pun akan terus mengedepankan nilai sosial budaya dan lingkungan. Kearifan lokal, budaya gotong royong, kebersamaan dan kerukunan masyarakat, serta kelestarian lingkungan.

Baca Juga: DPRD Kota Bogor Dorong Langkah Strategis Antisipasi Dampak Tarif Impor AS terhadap UMKM Lokal

“Oleh karena itu, mari kita satukan gerak langkah perencanaan dan pelaksanaan pembangunan melalui kinerja yang lebih baik agar terwujud Kota Bogor yang nyaman, aman, lestari, maju, dan sejahtera,” jelas Adit.

Dalam sambutan yang disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. ia juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian alam di Kota Bogor. Bahkan Dedi Mulyadi menekankan bahwa Kota Bogor merupakan tanah pusaka karena rekam sejarah peradaban Pakuan Pajajaran.

DSC06466.webp

Dedi menekankan bahwa pembangunan yang dilakukan di Kota Bogor tidak boleh asal-asalan. Sesuai dengan tema ”Raksa Jagaditha” Dedi mengingatkan seluruh hadirin agar setiap pembangunan kedipannya harus memperhatikan keseimbangan alam.

“Hancurkan yang merusak dari masa lalu. Tidak perlu takut, sebab siapa pun yang tinggal di sini harus menghargai hukum di sini. Tidak boleh sombong di Tanah Bogor, karena biasa kualat kepada Raja Pajajaran,” tegasnya.

Sebagai bentuk menjaga keseimbangan alam, Dedi mengajak Pemerintah Kota Bogor untuk membangun Kampung Pakuan Pajajaran. Nantinya, di kampung tersebut akan berisikan sejarah peradaban Pakuan Pajajaran, kebudayaan Sunda dan lainnya.