KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU -- Di sudut barat Kabupaten Bogor, tepatnya di Kampung Parungsapi Embah Muhyiddin, Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, sekelompok pemuda menunjukkan bahwa keterbatasan bukan akhir dari impian.
Di tengah minimnya akses dan fasilitas, mereka justru menyalakan obor harapan dengan memanfaatkan kekayaan alam sekitar, terutama bambu, sebagai fondasi membangun Desa Wisata di kampung mereka, yakni Parungsapi.
Gerakan ini dipelopori oleh anak-anak muda yang memiliki semangat tinggi untuk mengangkat desanya menjadi destinasi wisata berbasis alam dan budaya.
Di garis depan perjuangan ini berdiri Euis Nurlina, atau yang akrab disapa Teh None, Ketua Desa Wisata yang tak lelah menyalakan semangat kolektif.
“Ada tekad dan keyakinan yang menopang setiap cita-cita dan harapan,” kata Teh None dengan mantap.
Ia percaya bahwa bambu bukan sekadar material, tapi simbol ketahanan dan fleksibilitas dua hal yang juga dimiliki oleh para pemuda di desanya.
Dalam tim yang solid itu, sosok Kang Ra Dien, Humas Desa Wisata dan putra asli kelahiran Parungsapi Embah, memainkan peran penting.
Dengan latar belakang sebagai pegiat komunitas sekaligus komunikator yang andal, Kang Iwan Setiawan, menjadi jembatan antara ide dan aksi, antara desa dan dunia luar.
Baca Juga: Desa Tegalwangi Jasinga Bogor Pertahankan Tradisi Leluhur, Lestarikan Padi Lokal hingga Leuit
“Kami ingin dunia tahu bahwa Parungsapi bukan hanya nama kampung. Ini adalah tempat di mana mimpi-mimpi tumbuh dari tanah, air, dan bambu,” tutur Kang Iwan dengan penuh keyakinan.
Bambu yang dulunya dianggap sepele, kini menjadi bahan utama untuk membangun gazebo, saung peristirahatan, kerajinan, dan bahkan panggung pertunjukan seni tradisional.
"Setiap ruas bambu diikat bukan hanya dengan tali, tetapi dengan gotong royong dan cinta pada desa." kata Iwan.
Walau infrastruktur masih terbatas, semangat pemuda terasa melimpah. Perlahan, hasil kerja keras mulai terlihat memperkuat akar budaya mereka.
“Kita tidak sedang membangun tempat wisata biasa. Kita sedang menanam kebanggaan,” ucap Kang Iwan, sambil menunjukkan denah lokasi desa wisata yang kini terus berkembang.
Gerakan ini bukan sekadar soal bambu atau wisata. Ini tentang bagaimana generasi muda kembali ke akar, membangun dari yang ada, dan membuktikan bahwa kampung kecil pun bisa punya mimpi besar.
Desa Wisata Parungsapi adalah kisah nyata bahwa harapan bisa tumbuh - bahkan dari tanah yang dulu dianggap biasa.
Comment