BOGOR, CEKLISSATU.COM - Usai menyelenggarakan seluruh rangkaian kegiatan Kirab Milangkala Tatar Sunda di Kota Bogor, Gubernur Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bogor dan seluruh masyarakat yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada warga Bogor. Malam ini kita bersama-sama telah menyelesaikan Kirab Budaya Mahkota Binokasih di Kota Bogor. Terima kasih kepada Pak Wali Kota, jajaran Forkopimda Kota Bogor, DPRD Provinsi Jawa Barat, serta seluruh tamu undangan yang hadir,” ujar Dedi dalam sambutannya.
Menurut Dedi, kirab budaya tersebut menjadi momentum penting untuk mengembalikan Mahkota Binokasih kepada jati diri dan asal-usulnya.
“Ini adalah momentum Mahkota Binokasih mulih ka jatina, mulang ka asalna (kembali kepada jati diri dan asal-usulnya). Semoga menjadi kemakmuran bagi masyarakat Bogor,” katanya.
Baca Juga: Rombongan Kirab Budaya Tatar Sunda Disambut Meriah, Dedi Mulyadi Sapa Warga Bogor Naiki Kuda
Dedi juga menyampaikan rencana Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menjadikan Kirab Mahkota Binokasih sebagai agenda budaya tahunan.
“Ke depan, event ini akan menjadi agenda rutin setiap tahun. Mulai dari Batutulis sampai Gerbang Suryakencana akan menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Jawa Barat, baik penataan jalan, lampu, maupun trotoarnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, kawasan tersebut nantinya akan diberi nama “Palataran Binokasih”.
Dalam pidatonya, Dedi turut menyinggung sejarah Mahkota Binokasih yang berkaitan erat dengan Kerajaan Pajajaran dan tanah Sunda.
“Bogor adalah Puseur Dayeuh Pakuan Pajajaran. Mahkota Binokasih dahulu menjadi mahkota Raja Pakuan Pajajaran. Semangat yang harus kita bangun adalah mengembalikan kesundaan kepada tempat asal, air, dan jati dirinya,” kata Dedi.
Comment