"Saya harap rekan-rekan media berpikir lebih jauh dan proporsional. Jangan sampai satu berita yang tidak dikonfirmasi dua sisi justru merugikan korporasi, masyarakat, dan negara," ucap Asep Wahyuwijaya.
"Validitas dan keseimbangan informasi itu penting," tegasnya.
Asep Wahyuwijaya juga menyatakan bahwa berdasarkan pengamatan langsung dan dialog dengan pihak manajemen, kepala desa, hingga Dinas Lingkungan Hidup (DLH), tidak ditemukan pelanggaran dalam pengelolaan IPAL di pabrik tersebut.
"Saya pastikan penanganan limbah di sini sudah proper dan sesuai standar. Bahkan, DLH juga sudah melakukan pemeriksaan dan menyatakan tidak ada masalah," beber Asep Wahyuwijaya.
"Tidak ada warga yang terdampak, tidak ada kasus ISPA, dan limbah tidak mencemari lingkungan," terangnya.
Menurutnya, isu ini tidak boleh dilihat sebatas lokal. Kepentingan nasional yang lebih besar harus dijaga.
Comment