BOGOR, CEKLISSATU - Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rangga Mekar kembali mendistribusikan Makanan Bergizi (MBG) ke SMP Negeri 9 Kota Bogor, Kecamatan Bogor Selatan, pada Jumat, (10/10/2025).
Kepala SPPG Rangga Mekar, Muhamad Sopian Sahuri, menjelaskan bahwa setiap hari pihaknya menyiapkan menu MBG dengan melibatkan ahli gizi dan chef. Menu yang disajikan selalu bervariasi agar anak-anak tidak merasa bosan dan tetap mendapatkan asupan gizi seimbang.
“Setiap hari kami berdiskusi dengan ahli gizi dan chef agar menu selalu bervariasi. Dalam satu minggu ada lima menu berbeda. Kami juga melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah untuk menanyakan feedback dari guru dan murid,” ujar Sopian kepada ceklissatu.
Baca Juga: 3.571 Porsi MBG Setiap Hari, SPPG Ranggamekar Layani Gizi 5 Sekolah Kota Bogor
Menurut Sopian, bahan baku yang digunakan berasal dari berbagai pemasok tetap, termasuk petani lokal yang memasok sayur-sayuran segar, serta pabrikan untuk kebutuhan susu dan bahan lainnya.
Selain memperhatikan kualitas bahan, SPPG Rangga Mekar juga menerapkan SOP yang ketat di setiap tahapan produksi, mulai dari persiapan hingga pemorsian makanan.
“Ketika masuk ruangan pemorsian, semua tim wajib steril, menggunakan hairnet, sarung tangan, dan celemek,” terangnya.
Dalam hal distribusi, jarak antara dapur dengan sekolah penerima manfaat juga memenuhi standar yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional, yakni maksimal 6 kilometer dan tidak lebih dari 30 menit perjalanan.
“Untuk lima sekolah yang kami layani, semuanya di bawah 10 menit distribusi,” terang Sopian.
Baca Juga: Wakil Wali Kota Dorong Petani untuk Pasok Program Makan Bergizi Gratis
Selain itu, Sebelum makanan didistribusikan, dilakukan uji organoleptik oleh ahli gizi untuk memastikan keamanan dan kualitas makanan. Setelah itu, makanan kembali diuji oleh guru penanggung jawab di sekolah sebelum dibagikan kepada siswa.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 9 Kota Bogor, Sri Widaningsih, menyambut baik pelaksanaan program MBG di sekolahnya.
“Alhamdulillah, program MBG ini disambut bahagia oleh siswa dan orang tua. Anak-anak sangat antusias karena selain sarapan dari rumah, mereka juga mendapatkan asupan gizi pada.siang hari nya dari program ini,” ungkap Sri.
Menurut Sri, sebelum adanya MBG, sekolah telah mengimbau siswa untuk sarapan di rumah dan menyediakan kantin sebagai penunjang. Namun, dengan adanya program ini, pola makan siswa menjadi lebih teratur dan jajanan sembarangan semakin berkurang.
“Kami juga selalu melakukan test food lebih dulu sebelum MBG dibagikan kepada 982 siswa kami. Hal ini untuk memastikan makanan aman dan layak dikonsumsi,” tutupnya.
Comment