Sebanyak 5.440 ekor ikan dan 544 ekor burung dilepas ke alam sebagai simbol Hari Jadi Bogor ke-544. Kegiatan itu juga melibatkan komunitas pecinta lingkungan hingga pemilik burung yang turut mendukung pelepasan satwa ke habitatnya.
Tak hanya fokus pada kelestarian air, Pemkab Bogor juga memberi perhatian terhadap konservasi tanah dan udara. Salah satunya melalui penanaman pohon pulai air yang dinilai memiliki pertumbuhan cepat sehingga manfaat ekologisnya dapat segera dirasakan masyarakat.
Sebagai langkah berkelanjutan, Pemkab Bogor turut membentuk Forum Kampung Ramah Lingkungan (KRL) yang akan menjadi garda terdepan pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. Forum tersebut nantinya akan fokus pada pengelolaan sampah, limbah, konservasi tanah, hingga pelestarian sumber air.
Baca Juga: Pelatihan English Training Program Lahirkan 38 Mentor Lokal, Bupati Raja Ampat Nyatakan Dukungan Penuh
Ajat menekankan, keberhasilan menjaga lingkungan membutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk media dan masyarakat luas.
“Jangan hanya jadi slogan, ‘Jaga Alam, Alam Jaga Kita’. Tapi harus menjadi gerakan bersama,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan tingginya perhatian Bupati Bogor terhadap isu lingkungan. Bahkan, pengelolaan lingkungan kini diwajibkan hingga tingkat desa melalui pengalokasian anggaran khusus untuk penanganan sampah dan pelestarian lingkungan.
Di sisi lain, Pemkab Bogor juga tengah menyiapkan solusi jangka panjang dalam pengelolaan sampah, mulai dari pengolahan sampah menjadi energi listrik, bahan bakar terbarukan, hingga pengembangan Refuse Derived Fuel (RDF) di Galuga.
Comment