BOGOR, CEKLISSATU.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor menyiapkan lima posko penanggulangan bencana menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani menjelaskan, bahwa satu posko utama didirikan di kantor BPBD Kabupaten Bogor, sementara empat pos lainnya ditempatkan di sejumlah titik rawan bencana.

“BPBD membuat satu posko di BPBD dan empat pos di Gadog, Jonggol, Leuwisadeng, sama Kemang,” kata Adam saat ditemui Ceklissatu.com di kantornya, Kamis (18/12/25).

Baca Juga: Sepanjang 2025 BPBD Catat 1.652 Bencana di Kabupaten Bogor, 24 Kecamatan Masuk Zona Rawan

Adam menjelaskan, setiap posko akan diisi oleh personel BPBD dengan jumlah 10 sampai 20 orang, bervariasi sesuai kebutuhan di lapangan.

Ia menegaskan, keberadaan posko tersebut difokuskan khusus untuk penanganan bencana, dan tidak terlibat dalam pengaturan lalu lintas selama Nataru.

Selain itu, menurut Adam, potensi bencana yang kerap terjadi menjelamg akhir tahun biasanya meliputi banjir, tanah longsor, dan angin kencang.

Baca Juga: Pemkab Bogor Tambah 316 Titik PJU di Jalur Bomang, Perkuat Keselamatan hingga Kenyamanan Warga

Menurutnya, ketiga jenis bencana tersebut menjadi perhatian utama BPBD dalam menyiagakan personel dan logistik di posko-posko yang telah disiapkan.

Adam menuturkan, kehadiran posko bencana itu bertujuan untuk mempercepat proses penanganan apabila terjadi bencana selama libur Nataru.

“Ada hadirnya posko ini biar kecepatan penanganan,” katanya.

Baca Juga: Pemprov DKI Jakarta dan BMKG Siapkan Langkah Mitigasi Bencana, Diskusikan Operasi Modifikasi Cuaca

Untuk masa operasional, Adam menyebut, posko bencana kan aktif mulai 20 hingga 31 Desember 2025.

Namun, posko di kawasan Gadog akan beroperasi lebih lama karena karakteristik wilayahnya.

“20 sampai 31 Desember, tapi khusus untuk Gadog sampai tanggal 4 Januari,” pungkasnya.