BOGOR, CEKLISSATU - Plt Bupati Bogor, Iwan Setiawan mengakui jika masih banyak kekurangan dalam pelayanan kesehatan di Kabupaten Bogor. Salah satunya jumlah tempat tidur di rumah sakit.
"Saat ini jumlah tidur di rumah sakit kita ada 4.143 unit, itu masih di bawah standar WHO yang dimana seharusnya satu banding 1.000 penduduk," kata Iwan, Minggu (3/7/22).
Mengacu pada standar WHO tersebut, Iwan mengatakan jika seharusnya Kabupaten Bogor memiliki sekitar 5.400 unit tempat tidur untuk 5,4 juta jiwa.
"Jadi kita masih defisit 1.257 tempat tidur untuk memenuhi standar (WHO) tersebut," terangnya.
Untuk mencapai itu, Iwan mengaku membuka selebar-lebarnya pintu masuk bagi pihak swasta dalam membuka atau membangun rumah sakit baru di Kabupaten Bogor.
Tujuannya tak lain agar kekurangan tempat tidur di Kabupaten Bogor bisa mencapai standar yang telah ditetapkan WHO.
Iwan meyakini jika itu tercapai, maka pelayanan kesehatan bisa berjalan lebih maksimal. Tanpa adanya alasan rumah sakit menolak pasien karena tidak ada tempat tidur.
"Nah untuk memenuhi standar WHO, kita masih membutuhkan keterlibatan RS Swasta untuk berkolaborasi. Maka dari itu, kami sangat terbuka untuk swasta yang ingin membangun rumah sakit ini," kata Iwan.
Di Kabupaten Bogor sendiri saat ini terdapat 29 rumah sakit, 4 diantaranya RSUD plus 1 RSUD sedang dalam tahap final pembangunan yaitu RSUD Bogor Utara. Ditunjang dengan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya seperti Puskesmas sebanyak 107 unit, Pustu 121 unit, dan 202 poliklinik.
ERUL
Comment