BOGOR, CEKLISSATU - Buntut semrawutnya parkir sepeda listrik Beam yang tidak sesuai dengan tempatnya usai digunakan penggunanya membuat Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto sedikit geram, bahkan dirinya bakal memanggil pihak pengelola dalam hal ini PT. Beam Mobility Indonesia.

"Nanti akan kita panggil lagi (pihak pengelola) karena kita melihat timnya kurang, tim yang berkeliling untuk merapihkan," ucap Bima kepada awak media pada Rabu, 21 Desember 2022.

Bima mengaku dirinya ketika lari pagi, masih menemukan parkir yang sembarangan. "Nanti saya akan panggil lagi Beam ini," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor melakukan penertiban sepeda listrik Beam lantaran terparkir sembangan usai digunakan penggunanya.

Baca Juga : Polisi Ungkap Kasus Penemuan Mayat Dalam Karung, Ini Motif Pembunuhannya

"Untuk lokasi parkir Beam yang diluar dari area titik parkir atau titik lokasi operasional, kami koordinasikan dengan pihak Beam, dan kami tertibkan," ucap Kepala Bidang Trantibum Linmas Satpol PP Kota Bogor, Andri Sinar kepada CeklisSatu.com pada Selasa, 20 Desember 2022.

Selain pengangkutan sepeda berwarna ungu tersebut, Satpol PP juga turut memberikan teguran secara lisan ke pihak pengelola dalam hal ini PT. Beam Mobility Indonesia.

"Sementara sepeda Beam yang berada diluar area parkir dan diluar area operasional kita amankan dan memberikan teguran keada pihak Beam," ungkapnya.

Untuk saat ini, lanjut Andri, sudah ada empat unit sepeda Beam yang diamankan di Mako Satpol PP Kota Bogor, bahkan pihak Beam belum mengambil sepeda yang diluncurkan pada 23 September 2022 itu.

"Kami sudah menegur dan memberikan imbauan ke pengelola Beam terkait pengawasan sepeda listrik beam yang berada diluar dari area parkir dan area operasional. Masih banyak yang parkir sembarangan, dan agar melakukan edukasi kepada pengguna sesuai tata cara dan tata tertib penggunaannya terutama keselamatan di jalan," katanya.

Terpisah, kehadiran sepeda listrik berbayar Beam di Kota Bogor mendapatkan sorotan dari DPRD Kota Bogor. Hal tersebut dikarenakan, kehadirannya dianggap menyalahi Peraturan Daerah (Perda) nomor 1 tahun 2021 tentang Ketertiban Umum (Tibum).

Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Iwan Iswanto menerangkan halte atau tempat parkir sepeda listrik Beam telah menyalahi perda terkait fungsi trotoar atau pedestrian yang seharusnya untuk pejalan kaki. Terlebih, pihak Beam membangun tempat parkir baru di trotoar yang berlokasi di depan gedung DPRD Kota Bogor tanpa adanya komunikasi atau pemberitahuan.

"Di pasal 1 Perda Tibum jelas berbunyi bahwa trotoar adalah bagian dari badan jalan yang khusus disediakan untuk pejalan kaki. Bukan untuk parkir sepeda listrik," ucapnya pada Senin, 19 Desember 2022.

Sedangkan ketentuan lainnya terkait Tertib Jalan, Trotoar, Jalur Hijau, Taman dan fasilitas umum lainnya disebutkan oleh Iwan telah diatur didalam pasal 5 sampai pasal 9. 

Iwan pun mendorong Pemerintah Kota Bogor, Satpol PP dan Dishub untuk segera mengevaluasi Beam. Karena banyak aduan dari masyarakat bahwa para pengguna Beam juga sering meninggalkan kendaraannya di sembarang tempat, sehingga mengganggu kenyamanan warga lainnya.