BOGOR, CEKLISSATU - Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Teguh Widodo mengaku pesimis target angka Rata-rata Lama Sekolah (RLS) Mean Years School (MYS) dapat tercapai dalam dua tahun kedepan. 

Teguh menyebut salah satu penyebab lambatnya peningkatan RLS di Kabupaten Bogor adalah minimnya sekolah negeri di wilayah tersebut. 

"Kalau kita lihat, jumlah sekolah SMP negeri khususnya, itu sangat kurang. Maka tidak heran angka lama sekolah rendah, kita kalah jauh dengan daerah lain," ujar Teguh, Rabu (20/7).

RLS di Kabupaten Bogor sendiri saat ini berada di angka 8,31 tahun. Angka tersebut masih di bawah skala nasional yakni 8,54 tahun.

Teguh mengaku kerap kali mendapatkan laporan dan keluhan dari masyarakat termasuk pemerintahan di wilayahnya soal kurangnya sarana pendidikan negeri.

Baca Juga : Capaian Rata-rata Lama Sekolah di Kabupaten Bogor Rendah, Ini Kata Disdik

Kondisi itu, kata dia, menjadi hal yang memberatkan bagi para orang tua siswa yang berada dalam kondisi ekonomi tidak mampu.

Akibatnya, tak sedikit orang tua siswa harus putar otak, mencari tambahan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan sekolah anaknya jika tidak diterima dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

"Kalau orang-orang perumahan mungkin aman ya, bisa menyekolahkan anaknya ke swasta. Nah kalau orang yang di perkampungan, itu agak prihatin. Maka harus diberikan akses untuk mereka," jelas Teguh.

Politisi PKS ini menyebutkan, kondisi ekonomi dengan ketersediaan sarana pendidikan yang disiapkan pemerintah berada dalam satu garis lurus.

Sehingga, proses PPDB yang melalui beberapa jalur mulai dari zonasi, prestasi, afirmasi hingga perpindahan tugas orang tua perlu juga mempertimbangkan kondisi tersebut.