JAKARTA, CEKLISSATU - Sunny Tanuwidjaja merupakan salah satu pendiri Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan juga menjabat sebagai Sekretaris Dewan Pembina PSI.
Namun kini telah keluar dari partai tersebut demi mendukung Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Dulu Sunny Tanuwidjaja adalah orang terdekat Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat ia masih menjadi orang nomor satu di DKI Jakarta.
Sunny Tanuwidjaja juga ternyata dekat dengan taipan minyak kelapa dan ekspor kayu Peter Sondakh, bos PT Sinar Mas Franky Wijaya, dan bos Lippo Mochtar Riady.
Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie menyebut Sunny Tanuwidjaja sudah keluar dari PSI sejak setahun yang lalu dan posisinya saat ini digantikan oleh Raja Juli Antoni.
Grace Natalie sebelumnya membenarkan, alasan Sunny mundur dari PSI adalah karena berbalik arah mendukung Anies Baswedan.
Baca Juga : Anies Baswedan Bisa Jadi Target Potensial Framing Politik Identitas
Sementara, Grace menilai, PSI selama ini tidak pernah mendukung semua kebijakan Anies karena rekam jejaknya yang bertentangan dengan PSI.
"Karena yang bersangkutan (Anies) memiliki rekam jejak terlibat dalam politik identitas yang sangat bertentangan dengan DNA PSI," kata dia dikutip dari Tribunnews, Rabu 29 Juni 2022.
Kendati demikian, Grace menyampaikan Sunny merupakan sosok yang gentleman karena berani mengakui jika saat ini beralih mendukung Anies.
"Dan untuk itu beliau mengundurkan diri. Beliau tahu persis sikap PSI terhadap Anies sangat clear tidak akan mentoleransi politik identitas yang dimainkan Anies untuk meraih kekuasaan," tandas dia.
Grace menegaskan, PSI sampai saat ini masih mengambil sikap berbeda dengan pemerintahan DKI Jakarta yang dipimpin Anies, sejak era Ahok dikalahkan oleh Anies pada Pilkada 2017 lalu.
Sunny pernah menjadi salah satu orang terdekat Ahok sejak 2010. Kala itu, kedekatan keduanya terjalin saat Ahok yang masih menjadi anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Golkar itu datang ke Amerika pada 2009 untuk memenuhi undangan salah satu perkumpulan orang Indonesia disana.
Sunny rupanya menjadi salah satu anggota perkumpulan itu dan saat di negeri Paman Sam itu, Ahok mengakui keinginannya untuk menjadi Gubernur DKI