KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU -- Menjelang pelaksanaan retret atau pembekalan kepala daerah di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Bupati dan Wakil Bupati Bogor terpilih, Rudy Susmanto dan Ade Ruhandi (Jaro Ade) mengaku semangat dan sudah tak sabar ingin berangkat.
Hal tersebut disampaikan Rudy Susmanto-Jaro Ade usai menggelar pertemuan bersama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
"Kami cukup semangat, udah gak sabar ingin berangkat retret bareng Gubernur Jabar terpilih," ungkap Rudy Susmanto-Jaro Ade kepada ceklissatu.com.
"Karena disitulah kita diberikan wawasan kebangsaan, yang tentunya ini ebagai kalua handphone discharge ulang," terang Rudy Susmanto.
Baca Juga: Yusfitriadi: 100 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati Bogor Terpilih Tentukan Citra ke Depan
"Sebab nanti kita memimpin wilayah Kabupaten, Kota, Provinsi porsi perjuangannya, arah pembangunannya, kebijakannya selaras engan pemerintah pusat," tegasnya.
Terpisah, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengatakan, ada 505 kepala daerah yang akan mengikuti retret (pembekalan) di Akmil Magelang, Jawa Tengah.
Diagendakan bahwa retret kepala daerah akan berlangsung pada 21-28 Februari 2025.
Ia menyebutkan, Presiden Prabowo SUbianto telah menyiapkan lokasi pembekalan. Magelang menjadi lokasi pembekalan bagi para pimpinan, dimuali dari Kabinet Merah Putih.
"Daripada kita mengeluarkan anggaran lagi untuk tempat-tempat lain, ya lebih lebih efektif efisien di situ saja," ucap Bima Arya, beberapa Waktu lalu, seperti dikutip pada Kamis (13/02/2025).
"Karena tenda-tendanya bisa menggunakan yang sudah disiapkan dan sempat digunakan oleh para menteri," tambah pria yang pernah menjabat sebagai Wali Kota Bogor ini.
Bima Arya mengatakan, retret kepala daerah akan berfokus pada tugas pokok dan fungsi, wawasan kebangsaan, serta arah pembangunan nasional melalui delapan program prioritas Asta Cita.
Bima Arya menegaskan, pembekalan di Akmil Magelang ini bertujuan menyamakan persepsi para kepala daerah.
"Kepala daerah itu enggak semua latar belakangnya politik pemerintahan. Ada pengusaha, ada tokoh agama, ada budayawan, macam-macam. Nah penting sekali pembekalan di awal untuk menyamakan persepsi tentang tupoksi,” beber Bima Arya.
Kemudian, para kepala daerah memperdalam pemahaman peran dan kewajiban sebagai pemimpin. Mereka juga akan mendapatkan pengarahan dari berbagai kementerian, guna menyelaraskan kebijakan daerah dengan agenda nasional.