BOGOR, CEKLISSATU – Calon Wakil Wali Kota Bogor Eka Maulana blusukan di wilayah Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, untuk menyerap aspirasi warga.
Dalam kegiatan itu, Eka Maulana berinteraksi langsung dengan masyarakat, mendengarkan berbagai keluhan dan harapan terkait pendidikan dan kesejahteraan warga Kota Bogor.
Di salah satu pertemuan, Eka Maulana bertemu dengan seorang pensiunan guru yang mengungkapkan keprihatinan atas minimnya fasilitas pendidikan di Kota Bogor.
"Kami berencana untuk menambah sekolah baru secara bertahap. Menambah sekolah itu tidak bisa dilakukan sekaligus, tetapi yang terpenting adalah memberikan akses pendidikan yang layak bagi semua anak," ujarnya.
Eka Maulana menyoroti pentingnya solusi bagi anak-anak yang tidak dapat masuk ke sekolah negeri dan terpaksa beralih ke sekolah swasta.
"Kami akan memberikan subsidi bagi anak-anak yang bersekolah di swasta. Ini diharapkan bisa meringankan beban orang tua, sehingga mereka tidak terbebani biaya pendidikan yang tinggi," jelasnya.
Baca Juga : Dokter Rayendra-Eka Maulana akan Bangun Rumah Perlindungan Khusus Buat Perempuan dan Anak-anak
Eka menyebut bahwa sekolah swasta seharusnya dipandang sebagai mitra dalam upaya mendidik generasi muda.
"Sekolah swasta bukanlah musuh. Mereka adalah kolaborator dalam mencerdaskan anak bangsa. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menciptakan solusi agar anak-anak yang belajar di sekolah swasta tidak menambah beban keluarga," ungkapnya.
Selain itu, beberapa warga juga menyampaikan keluhan mengenai biaya outing class yang dianggap memberatkan.
Baca Juga : Warga Dukung Tekad Dokter Rayendra Tingkatkan BOP Pelayanan Masyarakat Kota Bogor
"Biaya outing class seringkali membuat orang tua merasa terbebani, terutama bagi keluarga yang memiliki lebih dari satu anak," kata seorang ibu rumah tangga.
Eka Maulana menjelaskan bahwa pihaknya akan mengevaluasi sistem biaya pendidikan di sekolah-sekolah, termasuk outing class, agar lebih terjangkau.
"Kami akan mencari solusi untuk masalah ini agar tidak ada anak yang terhambat pendidikan hanya karena masalah finansial, termasuk ijazah yang tertahan akibat tunggakan biaya," tegasnya.
Baca Juga : IPHI Kota Bogor Sambut Baik Program Kesehatan dan Pendidikan Inovatif Dokter Rayendra dan Eka Maulana
Melalui blusukan itu, Eka Maulana berharap dapat menjalin komunikasi yang lebih baik dengan masyarakat dan memastikan bahwa aspirasi mereka didengar.
"Kami ingin memastikan bahwa suara masyarakat terakomodasi dalam program kerja kami ke depan. Pendidikan yang lebih baik dan aksesibel adalah prioritas utama kami," katanya.