BOGOR, CEKLISSATU -Diduga korsleting listrik dari colokan charger telepon genggam, sebuah bangunan milik pondok pesantren Salafiyah, Darul Ibtida di Kampung Mancak RT 05 RW 04, Desa Sipak, Kecamatan Jasinga hangus terbakar pada Selasa siang (10/1) sekira pukul 14.00 WIB.
"Sekitar jam 14.00 kejadian pas listrik nyala karena tadinya ada pemeliharaan rutin dan dilakukan pemadaman," ungkap Sekertaris Desa Sipak Firdaus ketika dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, untuk bangunan terdiri delapan kamar yang diisi oleh 10 orang santri, kebetulan bahannya terbuat dari kayu.
"Kobong yang terbuat dari kayu dan dinding bilik anyaman bambu yang mudah terbakar sehingga api cepat membakar seluruh bangunan," ucapnya.
Baca Juga : Bima Targetkan Pembangunan Underpass Stasiun Batutulis Rampung Akhir 2023
Untuk kerugian belum bisa dipastikan datanya karena pihak keluarga pemilik pondok pesantren masih sibuk melakukan pembersihan material bangunan.
"Dari colokan handphone, dan saat kejadian santri semuanya lagi pada ke luar ada kegiatan mengaji di makam," kata dia.
Sementata Kepala Desa Sipak, Agung Suryadinata membenarkan kejadian tersebut, kini pihaknya masih melakukan pendataan atas pristiwa di ponpes.
"Iya benar ada kebakaran di pondok pesantren di Desa Sipak, saat ini kami bersama pihak kepolisian maupun TNI sudah mendatangi lokasi dan alhamdulillah tidak ada korban jiwa," katanya