“Goal pendidikan kita adalah kader leader, bukan sekadar passenger. Lulusan STIE Hidayatullah harus menjadi penggerak pembangunan yang mampu mengintegrasikan ilmu dengan nilai tauhid serta kearifan lokal,” tegas Muhammad Saddam dalam sambutannya.
Selanjutnya ia menambahkan Visi STIE Hidayatullah menargetkan pada 2035 menjadi perguruan tinggi bertaraf internasional yang melahirkan sarjana berdaya saing global sekaligus berakar pada nilai komunal pesantren.
Menurutnya dalam Rancang bangun akademik kampus ini disusun melalui sistematika wahyu—mulai dari Al-‘Alaq hingga Al-Fatihah—sebagai landasan pendidikan, penelitian, pengabdian, pembinaan, dan kepesantrenan.
Baca Juga: Cek Kelayakan MBG, Kadisdik Kota Bogor Sidak SMPN 1 Bogor
Selain itu, Profil lulusan yang ditetapkan mencakup pribadi berakidah lurus, berakhlak mulia, berintegritas, profesional, adaptif, serta menguasai kompetensi akuntansi dan manajemen.
“Kami ingin mencetak sarjana yang tidak hanya menguasai ilmu, tetapi juga mampu beradaptasi, berkolaborasi, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” harap Saddam.
Pada kesempatan kegiatan tersebut juga sejumlah Wakil Ketua perguruan tinggi melalui presentasinya menegaskan bahwa pentingnya peran pemuda untuk mengambil bagian dalam pembangunan bangsa.
Oleh sebab itu, Melalui Studium Generale, mahasiswa diarahkan agar menjadikan momentum ini sebagai awal perjalanan intelektual yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga tanggung jawab sosial.
"Dengan demikian, Studium Generale 2025 menjadi momentum strategis bagi STIE Hidayatullah untuk memperkuat visi kaderisasi pemimpin muda yang siap menjawab tantangan bangsa sekaligus membangun daya saing global dengan fondasi nilai-nilai tauhid," tutur nya.