BOGOR, CEKLISSATU - Dalam upaya memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan dunia industri, SMK Gumati Mulya Kota Bogor yang berlokasi di Jl. Pakuan Indah No.70, RT.05/RW.08, Baranangsiang, Kec. Bogor Tim., Kota Bogor, Jawa Barat 16143 menggelar kegiatan Guru Tamu yang menghadirkan praktisi profesional dari industri hospitality.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam membangun kolaborasi berkelanjutan guna menciptakan lulusan yang siap bersaing di dunia kerja, khususnya pada sektor perhotelan dan kuliner,” ujar Tedi Andika Ruslan, seorang profesional dan praktisi di bidang industri hospitality dengan pengalaman hampir 10 tahun di dunia perhotelan, hadir sebagai narasumber utama, Rabu (29 Juli 2026).
Melalui materi bertajuk “Basic Attitude Hospitality & Preparation Interview”, para siswa dibekali pemahaman mengenai sikap profesional, budaya kerja, komunikasi, serta persiapan menghadapi proses rekrutmen di industri hospitality.
“Yang membedakan kegiatan ini adalah metode pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada penyampaian teori. Para siswa juga mengikuti berbagai aktivitas interaktif yang dirancang menyerupai situasi kerja nyata, seperti problem solving dalam kelompok, kerja sama tim (teamwork), praktik role play, hingga sesi wawancara (interview session) secara individu. Pendekatan ini memberikan pengalaman belajar yang lebih efektif, aplikatif, sekaligus meningkatkan rasa percaya diri para peserta,” sambungnya.
Kegiatan Guru Tamu ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara institusi pendidikan dan pelaku industri mampu memberikan nilai tambah bagi proses pembelajaran. Diharapkan sinergi ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak generasi muda yang memiliki kompetensi, karakter profesional, serta kesiapan menghadapi perkembangan industri perhotelan dan kuliner yang semakin dinamis.
Kepala SMK Gumati Mulya Kota Bogor, Siti Asih Wardhani, S.Farm., M.TP., menyampaikan bahwa kolaborasi dengan para profesional industri merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi.
“Kami percaya bahwa pendidikan terbaik adalah pendidikan yang mampu menghubungkan teori dengan praktik nyata di dunia kerja. Kehadiran praktisi industri sebagai guru tamu memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi peserta didik, sehingga mereka memiliki pondasi yang kuat untuk menghadapi tantangan dunia kerja setelah lulus.”
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Irma Malia, S.Pd., menjelaskan bahwa pembelajaran berbasis industri menjadi salah satu fokus utama sekolah dalam menyiapkan lulusan yang kompeten.
“Kami terus menghadirkan program pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri. Kolaborasi seperti ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi siswa, baik dari sisi keterampilan teknis maupun soft skills seperti komunikasi, disiplin, etika kerja, dan kemampuan bekerja dalam tim.”
Dalam pemaparannya, Tedi Andika Ruslan menekankan bahwa keberhasilan berkarier di industri hospitality tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh karakter, sikap, dan kesiapan menghadapi tantangan.
“Hospitality adalah industri yang mengutamakan pelayanan. Oleh karena itu, attitude menjadi fondasi utama. Melalui sesi ini, saya ingin berbagi pengalaman nyata dari dunia industri agar para siswa memahami ekspektasi perusahaan sejak dini, memiliki mental yang siap bekerja, serta mampu menunjukkan kemampuan terbaik saat menghadapi proses interview maupun ketika nantinya terjun langsung ke dunia kerja.”
Handy Purnama