BOGOR, CEKLISSATU — Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor melaksanakan kegiatan Science on the Road di SDIT ALIF-Ciawi pada Kamis, 15 Oktober 2026. Kegiatan ini merupakan upaya mendekatkan sains, teknologi, dan inovasi kepada komunitas masyarakat, termasuk sekolah, melalui pembelajaran yang kontekstual, menyenangkan, serta mendorong kepedulian terhadap lingkungan.
Science on the Road membawa semangat bahwa sains tidak hanya dipelajari melalui buku dan ruang kelas, tetapi juga melalui pengamatan, percobaan, dan pemecahan masalah nyata di lingkungan sekolah. Melalui pendekatan ini, peserta didik diajak mengenali hubungan antara ilmu pengetahuan, teknologi, kreativitas, dan tindakan sederhana yang dapat dilakukan, khususnya dalam pengelolaan sampah berbasis komunitas.
Kegiatan Science on the Road Eco-Technopark UIKA 2026 yang didukung oleh Program Semesta-In Saintek, Direktorat Minat Saintek, Ditjen Saintek, Kemendiktisaintek ini mengusung tema “Science, Innovation, and Sustainable Technology for a Better Future”.
Kegiatan ini mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, pemerintah, komunitas, dan masyarakat untuk memanfaatkan sains dan teknologi dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan, termasuk persoalan pengelolaan sampah.
Salah satu pesan penting yang diangkat dalam gerakan sains dan lingkungan UIKA adalah bahwa pengelolaan sampah perlu dimulai dari sumbernya, terutama melalui kebiasaan memilah sampah.
Pengenalan konsep ini sejak usia sekolah diharapkan dapat membangun perilaku bertanggung jawab, mengurangi sampah yang terbuang, serta menumbuhkan pemahaman bahwa sebagian sampah dapat dimanfaatkan kembali menjadi sumber daya. Hal ini dibuktikan dengan kegiatan memungut sampah di lingkungan warga masyarakat Lingkar Sekolah yang dilakukan oleh Siswa-siswi SDIT Alif langsung di bawah arahan Ibu Kepala Sekolah, Siti Muthmainnah, sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat.
Dalam sambutan yang dibacakan oleh Dedy Saputra, Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi, Prof. Yudi Darma, mengharapkan agar kegiatan ini berlanjut melalui kemitraan UIKA, sekolah, dan masyarakat.
“Dukungan In-Saintek hendaknya menjadi pemantik pembelajaran rutin dan pendampingan yang konsisten, termasuk setelah bantuan berakhir”. Pemilahan sampah, pengomposan bersama, dan kebun belajar dapat menjadi praktik berkelanjutan dengan melibatkan guru, orang tua, mahasiswa, serta komunitas. Pembelajaran sains yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari juga diharapkan mendorong siswa menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga dan sekolah, termasuk dalam membangun kebiasaan hemat air dan energi, mengurangi sampah, serta menjaga kebersihan lingkungan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperluas dampak sains dan teknologi agar tidak berhenti di lingkungan perguruan tinggi, tetapi dapat diakses dan dirasakan manfaatnya oleh sekolah dan masyarakat.
Sambutan lainnya disampaikan oleh Ketua Yayasan Kinanti Bakti Pertiwi, Sri Hartati dan Pengawas Pendidikan Sekolah Dasar Kabupaten Bogor.
Di akhir acara, Direktur Eco-Technopark UIKA, Budi Susetyo menyatakan bahwa kolaborasi Universitas Ibn Khaldun Bogor dengan SDIT ALIF-Ciawi diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran bersama untuk membangun generasi yang peduli, kreatif, dan siap berkontribusi bagi pembangunan berkelanjutan.
Acara yang cukup meriah ini juga dihadiri Ainaul Mardliyah,M.Pd sebagai Pengawas Pembina dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor di Kec. Ciawi. Selain itu Sudarno, SE Pembina Yayasan bersama Sri Hartati, SE., M.Pd: Ketua Yayasan Kinanti Bakti Pertiwi yang menaungi SDIT ALIF selama ini.
Adapun materi yang disampaikan kepada peserta yang semuanya perwakilan murid kelas 4, 5 dan 6 SDIT ALIF Ciawi ini berupa cara membuat kompos dengan metode Takakura yang dikembangkan dari Negeri Sakura Jepang dengan pemateri Nasywa,S.Kes bersama M.Dhava.S.Kes.Nasywa adapah lulusan FIKES UIKA tahun ini yang baru saja pulang dari London Inggris terkait dengan pengolahan sampah dan perubahan iklim.
Materi lainnya yang disampaikan tentang cara membuat Pestisida Nabati dengan bahan dari daun pepaya oleh Haerudin, S.Pt. yang disampaikan dengan pendekatan spesial bagi siswa siswi SDIT ALIF sehingga murid-murid mengikuti dengan penuh antusis.