“Sebagian besar warga kami, sekitar 64 persen hanya menempuh pendidikan hingga tingkat SD. Kami berharap kehadiran adik-adik mahasiswa bisa menjadi penyemangat dan motivasi bagi anak-anak muda di sini agar mau melanjutkan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi,” kata Hudri.
Acara ditutup dengan dokumen foto bersama antara warga, perangkat desa, dan mahasiswa.
Kehadiran para mahasiswa Universitas Djuanda diharapkan mampu memberikan dampak positif, baik dari segi sosial, pendidikan, hingga pembangunan desa selama masa pengabdian mereka.