KOTA DEPOK, CEKLISSATU.COM -- Bulan Ramadan dapat menjadi momentum yang tepat bagi masyarakat untuk memulai hidup lebih sehat dengan menghentikan kebiasaan merokok maupun menggunakan rokok elektronik (vape).
Puasa memberikan jeda alami selama 12–14 jam tanpa rokok atau vape, sehingga tubuh secara tidak langsung dilatih untuk menahan dorongan nikotin.
Staf Divisi Paru Kerja dan Lingkungan Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) – RS Persahabatan, Dr. dr. Feni Fitriani Taufik, Sp.P(K), MPd.Ked menjelaskan, periode puasa sebenarnya dapat menjadi kesempatan baik untuk mulai berhenti merokok.
“Puasa Ramadan memberikan jeda alami selama 12–14 jam tanpa merokok atau vape. Ini seperti latihan gratis untuk berhenti, karena sejak sahur hingga berbuka kita sudah ‘puasa nikotin’ tanpa sadar,” ucap Dr. Feni.
Baca Juga: HMI Kota Bogor Kutuk Serangan Militer Militer AS-Israel ke Iran, Tuntut Presiden Prabowo Tidak Bersikap Ambigu
Namun, menurutnya tantangan sering muncul setelah berbuka puasa, saat tarawih, atau ketika begadang di malam hari. Pada waktu-waktu tersebut, banyak orang berkumpul sehingga godaan untuk kembali merokok atau menggunakan vape menjadi lebih besar.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Feni juga mengingatkan bahwa rokok elektrik atau vape sering dianggap lebih aman dibandingkan rokok konvensional. Padahal anggapan tersebut merupakan mitos yang berbahaya.
“Vape tetap mengandung nikotin yang menyebabkan kecanduan. Selain itu, aerosol atau uap halusnya dapat mengiritasi paru-paru dan menimbulkan keluhan seperti batuk, dahak, napas berat, bahkan sesak, terutama pada penderita asma,” jelasnya.
Ia menambahkan, dalam jangka panjang penggunaan vape juga dapat memperburuk Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), meningkatkan risiko infeksi saluran napas, serta menurunkan stamina secara perlahan.
Baca Juga: UI Tegaskan Individu Dalam Video Aksi 27 Februari Bukan Mahasiswanya
Tanda kecanduan nikotin antara lain sulit menahan keinginan merokok, merasa gelisah ketika tidak merokok, mudah marah, sulit berkonsentrasi, hingga mengalami gangguan tidur meskipun seseorang sudah mencoba berhenti berkali-kali.
Meski demikian, berhenti merokok dapat memberikan manfaat yang cukup cepat bagi tubuh. Dalam hitungan hari hingga minggu, napas dapat terasa lebih lega, batuk dan dahak berkurang, stamina meningkat, tidur menjadi lebih nyenyak, serta indera penciuman dan perasa membaik.