Revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran, Peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, Penguatan karakter melalui budaya sekolah yang aman dan nyaman, Peningkatan kualitas pembelajaran berbasis literasi, numerasi, dan STEM, Perluasan akses pendidikan yang inklusif dan fleksibel
Dalam pidato disebutkan bahwa pada 2025, sebanyak 16.167 satuan pendidikan telah direvitalisasi, serta lebih dari 288.000 sekolah menerima perangkat digital pembelajaran.
Selain itu, pemerintah juga meningkatkan kesejahteraan guru melalui program sertifikasi, insentif bagi guru honorer, serta pemberian beasiswa bagi guru yang belum memenuhi kualifikasi akademik minimal.
“Kunci keberhasilan pendidikan terletak pada guru sebagai teladan, agen pembelajaran, dan peradaban,” tegasnya.
Baca Juga: Catat, Ini Pesan Wali Kota Bogor di Hardiknas Tahun 2025
Penguatan karakter peserta didik juga menjadi fokus, melalui program “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” serta penciptaan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan inklusif. Pemerintah juga mendorong sekolah bebas dari perundungan dan kekerasan.
Di akhir pidato, disampaikan bahwa keberhasilan kebijakan pendidikan sangat bergantung pada tiga faktor utama, yakni pola pikir maju (mindset), mental yang kuat, dan misi yang lurus.
“Tanpa ketiganya, semua kebijakan hanya akan berhenti sebagai formalitas dan capaian angka-angka semata,” ujar Menteri dalam pidatonya.
Upacara Hardiknas 2026 ini menjadi pengingat pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.
“Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026. Mari kita perkuat kerja sama mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua menuju Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat," tutupnya.