JAKARTA, CEKLISSATU.COM - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan program Sekolah Nasional Terintegrasi mulai dijalankan pada tahun 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Program Sekolah Nasional terintegrasi yang menyasar jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) itu akan dikembangkan secara bertahap di setiap kabupaten dan ditujukan bagi siswa dengan kemampuan akademik di atas rata-rata.
Kemendikdasmen juga telah menuntaskan penyusunan kurikulum dan menyiapkan rekrutmen tenaga pendidik untuk mendukung pelaksanaan sekolah unggulan tersebut.
Program Sekolah Nasional terintegrasi ini sebagai upaya menjawab tantangan persaingan mutu pendidikan di tingkat global yang semakin ketat.
"Di antaranya program Sekolah Unggul Garuda yang merupakan unit sekolah baru yang dirancang menjadi sekolah yang berkelas dunia," kata Mendikdasmen Abdul Mu’ti dikutip dari keterangannya, Senin (6/7/2026).
Menurut Mu'ti, program Sekolah Nasional Terintegrasi akan dibangun bertahap mulai jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) di setiap kabupaten.
Baca Juga: Mewujudkan Pendidikan yang Baik dan Adil untuk Semua
Dia menjelaskan, Sekolah Nasional Terintegrasi diperuntukkan bagi siswa yang memiliki kemampuan akademik tinggi atau di atas rata-rata.
Berbeda dengan program sekolah unggulan lainnya, dia menilai konsep sekolah tersebut tidak menerapkan sistem asrama.
Menurut dia, sejumlah daerah yang telah siap akan mulai menyelenggarakan program tersebut pada tahun ini.
"Tahun ini akan kami bangun di beberapa daerah yang sudah siap untuk menyelenggarakan pendidikan ini," kata Mu’ti.
Mu'ti mengatakan penyusunan kurikulum Sekolah Nasional Terintegrasi telah selesai dilakukan.
Kemendikdasmen tengah menyiapkan skema rekrutmen tenaga pendidik untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.
Baca Juga: Revolusi Pendidikan Nasional, Presiden Prabowo Subianto Rancang Kelas Pintar dan Guru Berkelas Dunia
"Mudah-mudahan ajaran baru tahun ini sudah kita mulai beberapa Sekolah Nasional Terintegrasi," ujar Mu’ti.
Dia belum menyampaikan rincian data daerah yang akan menjadi lokasi pelaksanaan program pada tahap awal.
Namun, sementara kegiatan belajar mengajar akan memanfaatkan balai milik Kemendikdasmen di daerah sambil menunggu pembangunan gedung sekolah.
"Kami akan mulai beberapa diselenggarakan di balai-balai yang kita punya karena gedungnya kan belum ada, nanti kami akan mulai dulu skema pelaksanaannya seperti apa sambil kita bangun," kata Mu’ti.
Menurut Mu'ti, berbagai program pendidikan yang digagas pemerintah bertujuan menciptakan sumber daya manusia berdaya saing melalui penyelenggaraan pendidikan yang bermutu.
"Di era dunia yang semakin terbuka dan semakin ketat dengan persaingan itu kuncinya adalah kualitas dan keunggulan yang ini harus dijawab melalui pendidikan," ujar Mu’ti.