BANDUNG, CEKLISSATU - Suasana penuh semangat dan haru menyelimuti hari pertama pembukaan Sekolah Rakyat di Poltekkessos Bandung, Senin (14/72025).
Sejak pagi, ratusan siswa baru Sekolah Rakyat, didampingi orang tua, memadati area kampus untuk mengikuti rangkaian kegiatan awal, mulai dari proses pendaftaran masuk asrama hingga pemeriksaan kesehatan.
Kegiatan dimulai sejak pukul 07.00 WIB, dan para siswa Sekolah Rakyat disambut panitia serta mahasiswa senior yang bertugas sebagai pendamping.
Baca Juga: Serentak Hari Ini Sekolah Rakyat Dimulai, Jawa Barat Ada 13 Titik Rintisan
Orang tua turut mendampingi putra-putri mereka dalam proses registrasi ulang dan penempatan kamar asrama.
Para petugas memastikan setiap siswa mendapatkan informasi dan fasilitas yang dibutuhkan untuk memulai masa belajar di lingkungan asrama.
"Saya merasa lega bisa mengantarkan anak saya sampai ke tempat yang akan jadi rumah keduanya selama belajar di sini. Semoga dia bisa belajar dengan baik dan sehat selalu, dan berharap dengan sekolah rakyat anak saya kedepanya menjadi tumpuan keluarga maupun bangsa," kata Ita Puspita salah satu orang tua siswa asal Bandung, (Senin 14/7/2025).
Baca Juga: Persiapan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bogor
Setelah pendaftaran asrama, para siswa diarahkan menuju ruang pemeriksaan kesehatan yang telah disiapkan oleh tim medis dari Poltekkes.
Pemeriksaan ini meliputi pengecekan tekanan darah, berat badan, tinggi badan, serta screening kesehatan dasar sebagai bagian dari protokol kesehatan institusi.
Sementara, itu Direktur Poltekesos, Suharma mengatakan, sistem pembelajaran di Sekolah Rakyat akan menerapkan program talent mapping, bekerja sama dengan Ari Ginanjar University melalui tes DNA.
Baca Juga: Wamensos Agus Jabo Priyono Tinjau Kesiapan Fasilitas Belajar dan Asrama Bagi Siswa Sekolah Rakyat
"Tujuannya adalah untuk menggali minat, bakat, dan potensi (talenta)," katanya.
Suharma menjelaskan, Talent Mapping itu bertujuan agar proses pembelajaran siswa bisa diarahkan sesuai dengan kebutuhan dan situasi setiap anak.
"Hasil dari talent mapping ini, akan menjadi dasar dalam menyusun pendekatan pendidikan yang tepat," ungkapnya.
Sekolah Rakyat diikuti 100 orang siswa dan siswi, yang dibagi ke dalam empat rombongan belajar. Masing-masing rombongan terdiri dari 25 siswa.
Baca Juga: Poltekesos Bandung Siapkan Fasilitas Dukung Pelaksanaan Sekolah Rakyat, Asrama hingga Ruang Kelas
"Untuk mendampingi proses belajar mereka, telah disiapkan 16 orang guru dan 1 kepala sekolah," tuturnya.
Ia menambahkan, salah satu keunggulan fasilitas yang disediakan adalah satu siswa satu laptop.
Hal ini mendukung pembelajaran dalam literasi bahasa dan komputerisasi, serta pemanfaatan sistem berbasis LMS (Learning Management System).
"Siswa akan belajar melalui aplikasi bernama “Sekolahku”, yang berisi modul pembelajaran untuk proses belajar mandiri, didampingi oleh wali asuh di asrama," jelasnya.
Terkait pengaturan orang tua untuk menjenguk anak, pihak akan mengatur hal tersebut agar tidak mengganggu proses pembelajaran anak.
"Sesuai dengan arahan Presiden, orang tua tetap diperbolehkan menjenguk anak kapan pun, namun akan diatur agar tidak mengganggu proses pembelajaran," katanya.