BANDUNG, CEKLISSATU -- Dalam akun TikTok miliknya, Gubernur Jawa Barat terpilih Dedi Mulyadi meminta seluruh kepala sekolah (SD hingga SMA) di Provinsi Jawa Barat tidak menahan ijazah atau surat tanda tamat belajar siswa yang sudah lulus.

Dedi Mulyadi menginstruksikan sekolah segera menyerahkan ijazah tersebut.

"Bila sampai saat ini ada siswa yang sudah lulus, tetapi ijazahnya belum diberikan mohon segera diserahkan ke siswa," ungkapnya, seperti dikutip pada Kamis (23/01/2025).

Dedi Mulyadi menilai, ijazah sangat penting guna perjalanan hidup serta karir siswa ke depan.

Baca Juga: Liburan Isra Mi'raj dan Imlek, Sebanyak 25.000 Kendaraan akan Masuk ke Kota Bogor Tiap Harinya

Dedi Mulyadi kemudian menyinggung soal tunggakan biaya pendidikan yang sering menjadi alasan tertahannya ijazah siswa. Ia meminta sekolah segera menuntaskan persoalan tersebut.

"Apabila ada tunggakan yang ditimbulkan, silakan segera disusun tunggakannya dan nanti ada tim yang akan berkoordinasi dengan bapak ibu semua mengenai kewajiban siswa tersebut," tegasnya.

Dedi Mulyadi tidak ingin masalah finansial menjadi penghalang siswa mendapatkan hak mereka berupa ijazah. 

Untuk langkah konkret, Dedi Mulyadi mengatakan, dirinya akan mengumpulkan seluruh Kepala Dinas Pendidikan kota dan kabupaten se-Jawa Barat.

Baca Juga: Kurangi Risiko Kecelakaan Lalu Lintas, Polres Bogor Patroli Joki di Jalur Wisata Puncak Bogor

Hal itu bertujuan membahas secara detail persoalan ijazah yang tertahan, dan tunggakan biaya pendidikan di sejumlah sekolah.

"Kami ingin mendengar langsung dari Dinas Pendidikan mengenai kendala yang dihadapi dan mencari solusi terbaik agar tidak ada lagi siswa yang dirugikan. Ini adalah langkah awal untuk membangun sistem pendidikan yang lebih inklusif dan berkeadilan,” tuturnya.

Kebijakan itu menurut Dedi Mulyadi, wujud komitmen pemerintah Jawa Barat dalam menghormati dunia pendidikan dan memberikan penghargaan kepada siswa yang telah menyelesaikan pendidikan mereka. 

"Kami ingin memastikan bahwa tidak ada lagi siswa yang tertahan masa depannya karena alasan keuangan. Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk memberikan pendidikan yang layak bagi semua," terangnya.

Selain itu, Dedi Mulyadi meminta kepala UPTD di seluruh Jawa Barat segera berkoordinasi dengan kepala sekolah guna mempercepat penyelesaian masalah tersebut.