Sementara itu, dosen Mata Kuliah Komunikasi Visual, Maria Fitriah menyampaikan, lomba poster ini memiliki nilai edukatif yang kuat dan berfungsi sebagai ruang refleksi.
“Peringatan Hari Ibu bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum peran perempuan dalam keluarga maupun masyarakat. Tanpa cinta ibu, kita tidak akan bisa seperti ini. Media poster dapat memberikan pesan ekspresi dan gagasan-gagasan persuasif. Karya-karya inspiratif banyak tertuang dalam poster, termasuk pada lomba yang telah berlangsung,” tuturnya.
Baca Juga: Melalui Praktisi Mengajar, Prodi Administrasi Publik FISIP UNIDA Hadirkan Tim Optimasi Pembangunan Bandung Utama Bahas Program Buruan Sae di Kota Bandung
Ketua Pelaksana Harmonia Art Fest 2026, Dheya Pratami mengungkapkan, tema kegiatan lahir dari keinginan menghadirkan ruang ekspresi emosional yang jujur dan mendalam bagi generasi muda.
“Tema Harmony of Unspoken Feelings mengingatkan kita bahwa banyak perasaan kepada ibu yang tidak terucap, tetapi selalu terasa. Peringatan Hari Ibu bukan hanya seremoni, melainkan pengingat di setiap langkah kita selalu ada doa ibu yang mengiringi,” ungkapnya.
Sejalan dengan itu, rangkaian acara juga menghadirkan sesi seminar bersama CEO Candramarwa Digital, Syaeful Bahri. Diskusi berfokus pada literasi visual, algoritma media sosial, serta tantangan komunikasi visual di era kecerdasan buatan (AI).