Sementara itu, Guru Besar FEB UI Prof. Adrianus Mooy menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penganugerahan Wirakarya Adhitama yang diberikan kepadanya.
Dia juga berterima kasih kepada Mochtar Riyady atas ilmu dan pengalaman yang ia peroleh dalam dunia perbankan.
“Saya mendapat saran dari penasehat untuk mengambil (program) master dan (gelar) PhD dalam waktu yang bersamaan pada tahun 1995. Begitu saya kembali dari luar negeri, Prof. Ali Wardhana meminta saya untuk mengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia di Kampus Salemba," tuturnya.
"Saya bersyukur memiliki tiga almamater sehingga saya memperoleh penghargaan Guru Besar Luar Biasa. Keputusan itu dikeluarkan oleh Pak Fuad Hasan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada akhir Desember 1987,” kata Adrianus Mooy.
Dia pun berharap FEB UI dapat terus melahirkan guru besar agar memiliki waktu yang cukup panjang untuk berkontribusi dalam memajukan fakultas sebelum memasuki masa pensiun.
“Always do your very best and let God do the rest. Jangan pernah malu belajar dari teman yang terkadang lebih tahu mengenai masalahmu,” kata Adrianus.
Ketua Dewan Guru Besar UI, Prof. Moh. Ikhsan mengatakan, penghargaan tersebut bukanlah semata-mata pengakuan atas jabatan atau kedudukan seseorang; melainkan wujud penghormatan atas legacy, keilmuan, keteladanan, dan pengabdian publik yang melampaui ruang kelas, birokrasi, dan institusi formal.
Baca Juga: Peringati Hari Guru Nasional, Rudy Susmanto Berkomitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru di Kabupaten Bogor
“Wirakarya diberikan kepada mereka yang dalam hidupnya mampu menjembatani dunia ilmu akademik dengan dunia kebijakan dan kepentingan publik yang lebih luas,” ujar Moh Ikhsan.