Ketua Tim Pengabdian, apt. Roshamur Cahyan Forestrania menjelaskan, akuaponik merupakan sistem budidaya terintegrasi antara ikan dan tanaman yang sesuai diterapkan di wilayah rawan banjir.
Baca Juga: Mahasiswa Sains Komunikasi FISIP UNIDA Gelar Penyuluhan Lingkungan di SMA Prima Teladan Cianjur
"Melalui akuaponik, warga tetap dapat memproduksi sayuran dan ikan meskipun berada di lingkungan dengan keterbatasan lahan dan risiko banjir," ucapnya dalam keterangan resmi.
Selain akuaponik, kegiatan ini juga mengedukasi warga mengenai Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai apotek hidup.
Sejumlah tanaman obat diperkenalkan kepada warga dan dilengkapi dengan pelat informasi berbasis QR code, sehingga kebun TOGA berfungsi sebagai sarana edukasi kesehatan yang mudah diakses dan berkelanjutan.
Baca Juga: UI Pastikan Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatera Tetap Bisa Kuliah, 11 di Antaranya Prioritas Penerima Manfaat
Program ini turut mendorong pemanfaatan plastik bekas sebagai wadah tanam, sebagai bentuk kepedulian lingkungan sekaligus penerapan ekonomi sirkular di tingkat komunitas.
Terpisah, Dekan FFUI, Prof. apt. Silvia Surini mengatakan, kegiatan pengabdian masyarakat merupakan bagian penting dari peran universitas dalam menjawab tantangan nyata di masyarakat.