SEMARANG, CEKLISSATU – Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Djuanda, Rita Rahmawati, menyoroti pentingnya tata kelola transformasi digital dalam upaya membentuk birokrasi pemerintahan masa depan. Hal ini disampaikan dalam The 3 rd International Conference on Social, Politics, Administration, and Communication Science (ICoSPACS) 2024
yang berlangsung di Universitas 17 Agustus (Untag) Semarang baru-baru ini.
Mengusung tema "Tata Kelola Transformasi Digital: Membentuk Birokrasi Pemerintahan Masa Depan", konferensi ini menjadi wadah diskusi perkembangan digitalisasi di bidang pelayanan publik. Rita menilai bahwa transformasi digital adalah kebutuhan mutlak guna menciptakan pemerintahan yang lebih efisien dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
"Digitalisasi, termasuk smart government, kini menjadi tuntutan yang tidak terhindarkan demi pelayanan yang lebih efektif dan efisien," jelasnya.
Rita yang hadir sebagai pemakalah bersama dosen lainnya dari Universitas Djuanda, seperti Irma, Faisal, dan Cecep, juga memaparkan beberapa tantangan terbesar dalam implementasi transformasi digital di Indonesia. Tantangan pertama adalah masih rendahnya literasi digital di kalangan masyarakat.
Baca Juga : Buka 24 Jam, Cobain Nasi Uduk Tangkil: Kuliner Favorit Terjangkau di Bogor
"Sebagian masyarakat khawatir teknologi akan menggantikan peran manusia. Ini adalah tantangan besar," ungkapnya.
Tantangan lainnya, lanjut Rita, adalah birokrasi yang cenderung kaku serta keragaman sosial dan budaya Indonesia. Ia menilai bahwa birokrasi yang kompleks membuat pengambilan keputusan menjadi lambat, sementara pluralitas masyarakat kerap membuat inovasi terhambat karena dianggap bertentangan dengan norma sosial dan agama.
"Selain itu, hukum Indonesia yang sering berubah dan kadang tumpang tindih juga menjadi kendala," tambahnya.
Rita berharap bahwa melalui konferensi internasional ini, akan tercipta jejaring antar perguruan tinggi dan berkembangnya ilmu sosial, politik, administrasi, serta komunikasi seiring kemajuan teknologi.
"Inovasi dan digitalisasi diharapkan dapat meningkatkan kepuasan masyarakat dalam menerima pelayanan publik," kata Rita.
Dengan hadirnya para pakar dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi, konferensi ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dalam mendorong perkembangan ilmu sosial dan politik, yang mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan era digital.
(Febrian Batara Aditya Rahman)