BOGOR, CEKLISSATU – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengeluarkan kebijakan wajib militer (wamil) untuk anak sekolah.
Kebijakan wamil untuk anak sekolah itu ditanggapi langsung oleh Wali Kota Bogor Dedie Rachim yang mengatakan, harus ada kriteria terlebih dahulu.
“Yang penting adalah harus ada kriteria anak nakal itu seperti apa. Jangan sampai kriterianya tidak jelas,” kata Dedie Rachim.
Dia mencontohkan, seperti halnya apabila ada tawuran antar anak sekolah, sebaiknya diberikan hukuman terlebih dahulu, sebelum dimasukkan wamil.
"Kalau ada tawuran antar sekolah, lebih gampang begini, memberikan hukuman kepada sekolah yang suka tawuran. Misal tidak diikut sertakan dalam penerimaan mahasiswa di perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta,” ucapnya.
Dedie menambahkan, jika ada anak nakal di satu sekolah yang kemudian merugikan siswa yang lain, siswa yang lain akan memberikan penghukuman juga, pendisiplinan.
Baca Juga: Agar Tidak Ada Penahanan Ijazah Anak Sekolah, Pj Gubernur Jabar Minta Solusi Bersama
"Jadi kalau setiap anak dikirim ke barak untuk wamil, saya pikir nanti barak penuh juga," pungkasnya.