BOGOR, CEKLISSATU -  Sebelas hari sudah Piala Dunia 2026 berlangsung. Pertandingan demi pertandingan sudah tersaji dengan baik. Memainkan emosi, ada yang bersedih karena negara yang didukungnya kalah, namun ada juga yang bersorak-sorai karena tim negara yang didukungnya berhasil menang. 


Fase penyisihan sebentar lagi selesai. Ada tim yang sudah percaya diri terus melaju, ada yang masih berjuang dan ada yang sudah mulai berkemas karena harus segera bergegas karena belum berhasil melaju ke babak berikutnya. 


Tapi, piala dunia kali ini bukan cuma sekadar bicara laga hidup dan mati negara yang berlaga. Melainkan kebahagiaan warga Indonesia hingga ke pelosok daerah yang bisa merasakan euforia pertandingan empat tahunan sekali ini. 

Bukan hanya sekadar kemajuan teknologi namun karena siaran Piala Dunia 2026 disiarkan oleh kanal TV yang jangkauannya sudah sangat luas, ya betul TVRI. 

Baca Juga: Presiden Prabowo Perkuat Dukungan untuk Indonesia Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Menuju Piala Dunia 2030


Sebagai TV penyiaran publik milik pemerintah, TVRI jelas memiliki jangkauan yang sangat luas. Sebelumnya, TV Swastalah yang memiliki hak siar, dan bayangkan, warga desa di pelosok daerah harus merogoh kocek lebih dalam dengan membeli pemancar atau parabola untuk bisa menyaksikan gelaran piala dunia yang selalu ditunggu-tunggu. 


Mereka yang jauh lebih dalam, mungkin harus berjalan ke arah kota untuk bisa menikmati berbagai bintang sepak bola memainkan si kulit bundar. Itu dulu saat jangkauan siaran piala dunia belum seluas jangkauan TVRI yang kini menyajikan siaran langsung Piala Dunia 2026. 


Bayangkan saja, saudara-saudara kita di Indonesia Timur yang sering kali tertinggal informasi karena minimnya kanal siaran, kini merayakan gegap gempita Piala Dunia. Bahkan di Maluku Utara, hampir setiap rumah memasang bendera negara yang mereka dukung, dan Cagar Budaya Tembok Oranje selalu dipadati warga yang ingin menyaksikan pertandingan secara bersama-sama atau nobar nonton bareng.