Namun, justru di sinilah letak persoalan: sebagian elite politik berusaha mempertahankan kebodohan rakyat agar tetap pasif dan mudah dikendalikan.
Rakyat yang cerdas akan menyadari hak-haknya dan menuntut perbaikan, sedangkan rakyat yang bodoh menjadi aset berharga bagi kekuasaan yang korup.
Oleh karena itu, pendidikan politik bagi rakyat menjadi kebutuhan mendesak. Tanpa pendidikan politik, rakyat akan terus menjadi objek eksploitasi elite kekuasaan.
Perubahan tidak akan terjadi tanpa peran aktif kelas menengah. Jika kelas menengah bersikap diam atau bahkan menjadi alat penjaga status quo, maka kegagalan negara hanyalah soal waktu.
Bangsa ini bukan milik segelintir penguasa, melainkan milik seluruh rakyat. Karena tanpa rakyat, tidak akan pernah ada kekuasaan dalam bentuk apa pun.
Dengan demikian, membangun kesadaran politik rakyat merupakan langkah penting untuk mengembalikan marwah demokrasi sebagai sarana mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bersama.
*)Penulis: Abah Yayat