JAKARTA, CEKLISSATU - Pelatih tim nasional bola basket putra Indonesia Johannis Winar mengatakan tetap yakin dengan anak asuhnya saat menghadapi Australia dalam Kualifikasi Piala Asia FIBA 2025 Windows 3.
Dia mengaku Indonesia berpeluang memenangkan laga itu melalui fast break atau pola penyerangan cepat. “Australia yang memiliki kelebihan dengan material pemain yang over size atau memiliki tubuh besar dan tinggi, diperlukan formulasi strategi yang tepat dan salah satunya melalui fast break,” jelasnya.
“Lawan punya ukuran tubuh yang besar, berarti dari sisi penjagaan harus benar-benar disiplin, karena kalau ibaratnya dia menembak dari luar area cat, tentu kami harus kerja keras di box out untuk merebut bola, jadi kami harus memastikan mendapatkan bola baru langsung serangan cepat,” kata Ahang usai latihan di GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta, Senin pagi.
Ia menambahkan, serangan awal itu penting dilakukan agar transisi pertahanan lawan tidak sempurna atau belum siaga.Namun tetap para pemain agar lebih waspada dan bermain lebih sabar.
Sementara itu soal Abraham Damar Grahita (Bram), yang sedang mengalami cedera.Ahang menyebut Bram memang sedang diistirahatkan agar saat pertandingan lebih fit.
“Saya diharapkan akan segera pulih dan siap tampil melawan Australia pada 20 Februari mendatang, dalam pertandingan FIBA Asia Cup 2025 Qualifiers Windows 3,” tuturnya.
Ia mengatakan, Bram tidak ikut sesi latihan di GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta, Senin, karena sedang melakukan pemulihan terhadap cedera ringan di kakinya.
"Bram terakhir sempat latihan kemarin pagi, setelah itu dia sedikit masalah di kakinya jadi mending dia istirahat untuk hari ini dan dia direncanakan bisa bermain saat lawan Australia," kata pria yang kerap disapa Coach Ahang itu, usai memimpin anak asuhnya berlatih.
Ia memahami kondisi anak asuhnya yang merupakan pemain Satria Muda Pertamina Jakarta tersebut, karena memang jadwal yang padat dengan pertandingan Indonesian Basketball League (IBL) 2025.
“Kalau tidak salah mereka (Satria Muda) pekan lalu bermain dua kali, maka semua pemain dalam kondisi yang perlu recovery juga,” ujar pelatih Pelita Jaya Jakarta tersebut.
Ahang mengaku, dirinya dan jajaran pelatih berusaha mengatur intensitas latihan dengan kondisi para pemain yang memiliki jadwal padat di IBL musim ini.
Pelatih senior itu tidak ingin anak asuhnya kelelahan di awal sebelum bertanding dalam kualifikasi nanti.
"Kami butuh mereka untuk segar saat bermain nanti," kata dia.
Bram terlihat hanya berada di pinggir lapangan untuk menyaksikan 11 rekannya berlatih di bawah Arah Coach Ahang selaku kepala pelatih, serta dibantu dengan dua asisten pelatih yakni Youbel Sondakh dan Ismael Tan.