QATAR, CEKLISSATU - Seorang Penonton masuk ke lapangan saat laga pertandingan kedua Grup H Piala Dunia 2022, Portugal vs Uruguay di Lusail Iconic Stadium, pada Selasa, 29 November 2022, pukul 02.00 WIB.
Dilansir London Evening Standard, selama beberapa detik, pria yang diketahui bernama Mario Ferri berhasil berlari ke tengah lapangan sambil mengibarkan bendera LGBT.
Pria tersebut akhirnya dijegal petugas keamanan, lalu dibawa ke luar lapangan. Insiden itu terjadi pada babak kedua, tepatnya di menit ke-50-an.
Hal pertama yang dilihat dari aksi pria tersebut adalah bendera pelangi yang dibawanya saat memasuki lapangan. Bendera pelangi dibawa sebagai bentuk solidaritas untuk kelompok LGBTQ+ yang menjadi korban diskriminasi.
Seperti yang kita ketahui, Qatar memang melarang adanya praktik dan kampanye LGBTQ+ apapun di negaranya, sehingga atribut yang membawa unsur kampanye itu dilarang. Tidak lama berselang FIFA akhirnya mencabut larangan itu dan segala atribut pelangi dipastikan tidak akan disita.
Hal kedua yang dilihat yaitu di bagian belakang baju tertulis pesan “RESPECT FOR IRANIAN WOMAN”. Pesan itu merujuk kepada keadaan diskriminasi yang dirasakan wanita Iran di negaranya sendiri.
Perlu diketahui Iran telah melakukan protes sejak pertengahan September setelah kematian Mahsa Amini, seorang wanita berusia 22 tahun dari provinsi Kurdistan Iran. Ia ditangkap oleh polisi moralitas negara di ibu kota Teheran diduga karena tidak mematuhi aturan berpakaian wanita Iran.
Melansir dari BBC, timnas Iran juga menolak untuk menyanyikan lagu kebangsaan mereka sebelum pertandingan melawan Inggris sebagai dukungan untuk protes Mahsa Amini itu
Selain tulisan “RESPECT FOR IRANIAN WOMAN”, bagian depan baju pria, yang memiliki simbol Superman, juga bertuliskan "SAVE UKRAINE"
Tentunya dukungan tersebut merujuk kepada Ukraina yang diinvasi oleh Rusia. Dilansir CNN, Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari.