SLEMAN, CEKLISSATU -- Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi mengingatkan kepada suporter sepak bola Tanah Air bahwa kompetisi sepakbola Indonesia masih berada dalam pengawasan ketat FIFA buntut tragedi Kanjuruhan pada Oktober 2022.

Peringatan itu disampaikan Yunus usai menyaksikan pesta suar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (10/5/2025). Aksi tersebut terjadi pada laga final Pegadaian Championship 2025/2026 antara Garudayaksa kontra PSS Sleman yang berakhir 4-3 (2-2).

"Inget loh kita masih dalam pantauan FIFA.Apa yang terjadi kita berharap semoga ini tidak terulang lagi. Kita berharap kawan-kawan suporter untuk selalu dewasa menerima kemenangan, kekalahan, dan kemudian meluapkan kemenangan atau kekalahannya," kata Yunus kepada awak media di Stadion Maguwoharjo.

unus tekanan posisi PSSI yang tetap harus berhati-hati di mata otoritas sepak bola dunia. Tragedi Kanjuruhan tiga tahun silam belum sepenuhnya menghapus catatan buruk Indonesia di FIFA.

"Sekali lagi diingatkan kita masih dalam pengawasan FIFA. Kita berharap sepak bola ke depan berjalan dengan baik, tentu tidak terlepas dari sportivitas dan sikap elegan yang diberikan suporter masing-masing klub kepada sepak bola Indonesia atau kepada khusus," tambah Yunus.