BOGOR, CEKLISSATU — Semangat pelestarian budaya lokal kembali digaungkan melalui ajang Invitasi Olahraga Tradisional (Ortrad) tingkat Kabupaten Bogor. Ratusan siswa sekolah dasar (SD) dari berbagai wilayah dipastikan ambil bagian dalam kompetisi yang akan digelar pada 23–24 Juni 2026 mendatang.

Kegiatan ini menjadi salah satu agenda penting Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor, sekaligus ajang seleksi untuk mencari perwakilan terbaik yang akan berlaga di tingkat Provinsi Jawa Barat pada Oktober 2026.

Ketua Tim Substansi Olahraga Tradisional dan Layanan Khusus Dispora Kabupaten Bogor, Dedi Supriadi, mengungkapkan bahwa persiapan terus dimatangkan, termasuk koordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor.

Baca Juga: Pemkot Bogor Dukung Budaya Hidup Sehat Lewat Kegiatan Olahraga 

“Kami sudah bersurat ke Disdik terkait sosialisasi kegiatan ini, termasuk permohonan dukungan wasit dan juri yang nantinya akan diteruskan ke Kelompok Kerja Guru Olahraga (KKGO) tingkat kabupaten,” ujar Dedi, Senin (27/4/2026).

Dedi juga berharap seluruh KKGO di tingkat kecamatan segera bergerak aktif menyosialisasikan kegiatan ini ke sekolah-sekolah dasar di wilayah masing-masing. Bahkan, ia mendorong tiap kecamatan untuk menggelar seleksi atau kompetisi internal guna menjaring peserta terbaik.

“Kami persilakan jika setiap kecamatan ingin mengadakan event terlebih dahulu, sehingga pemenangnya bisa menjadi wakil di tingkat kabupaten,” tambahnya.

Dalam invitasi ini, para peserta akan berkompetisi dalam lima cabang olahraga tradisional, yakni Dagongan, Egrang, Hadang, Sumpitan, dan Tarompah Panjang—permainan khas yang sarat nilai budaya dan kebersamaan.

Ajang ini tidak hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga sarana edukasi bagi generasi muda untuk mengenal dan melestarikan olahraga tradisional di tengah arus modernisasi.

“Para juara di tingkat Kabupaten Bogor nantinya akan mewakili daerah untuk bertanding di Invitasi Ortrad tingkat Jawa Barat pada Oktober 2026,” pungkas Dedi.