BANGKOK, CEKLISSATU – Cabang olahraga menembak disiplin shotgun, skeet and trap mempersembahkan medali emas buat Tim Indonesia di SEA Games Thailand 2025. Adalah personel TNI Angkatan Darat, Fany Febriana Wulandari yang turun nomor women’s trap individual.
Fany tampil konsisten dalam pertandingan yang digelar selama dua hari. Nomor shotgun women’s trap menguji ketahanan fisik dan mental atlet, terlebih saat memasuki hari kedua pertandingan.
Fany sempat menghadapi kendala pada round terakhir, namun mampu mengatasinya dengan ketenangan dan fokus tinggi hingga memastikan tiket ke final usai meraih 38 poin.
Medlai perak diraih atlet Thailand Chattaya Kitcharcen dengan torehan 31 poin. Sedangkan medali perunggu diraih atlet asal Singapura Mastura Binte Rahim Siti dengan skor 23 poin.
“Untuk mainnya hari ini, kebetulan kami itu main dua hari. Ada sedikit kendala sebenarnya di round terakhir, tapi puji Tuhan semuanya teratasi dan akhirnya kami bisa masuk ke final. Puji Tuhan juga, rezekinya ada di Indonesia dan Indonesia dapat gold medal,” ungkap Fany.
Sebagai prajurit TNI Angkatan Darat yang berdinas di Puspomad (Pusat Polisi Militer Angkatan Darat), Fany mempersembahkan medali emas ini tidak hanya untuk Indonesia, tetapi juga untuk kesatuan serta keluarga yang selama ini menjadi sumber kekuatan dan motivasinya.
“Pastinya untuk Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan Yesus Kristus, dan juga untuk bangsa Indonesia. Terlebih lagi kesatuan saya, karena saya TNI Angkatan Darat dan Puspomad. Juga untuk orang tua dan suami, karena support dari suami itu nomor satu,” ujar atlet menembak 26 tahun asal Ketapang, Kalimantan Barat tersebut.
Medali emas SEA Games Thailand 2025 ini memiliki arti khusus bagi Fany. Pada SEA Games sebelumnya di Vietnam, ia harus menelan kekecewaan setelah finis di peringkat keempat. Pengalaman tersebut justru menjadi pemicu untuk bangkit melalui latihan panjang dan kerja keras.
“Medali emas ini sangat berarti buat saya. Di SEA Games Vietnam kemarin saya gagal dan finis di urutan keempat. Setelah sekian lama perjalanan dan latihan keras, puji Tuhan saat ini saya bisa dapat gold medal,” kata Fany.
Keberhasilan ini menjadi momentum penting bagi Fany untuk melangkah ke target yang lebih tinggi dengan membawa nama Indonesia dan TNI Angkatan Darat ke level dunia.
“Target selanjutnya, saya mau terus berlatih dan mempersiapkan diri untuk seleksi Olimpiade,” tutupnya.