JAKARTA, CEKLISSATU -- Ganda campuran Indonesia Adnan Maulana / Indah Cahya Sari Jamil mengawali langkah mereka di Indonesia Masters 2026 dengan kemenangan dramatis.
Bermain di hadapan publik sendiri di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (21/1), Adnan/Indah yang kini duduk di peringkat 24 dunia itu sukses mengalahkan wakil Malaysia Goh Soon Huat / Lai Shevin Jemie melalui rubber game yang ketat dan menegangkan.
Pada laga babak pertama tersebut, Adnan/Indah harus bekerja ekstra keras sebelum memastikan kemenangan dengan skor 18-21, 21-18, 22-20. Duel berlangsung intens sejak gim pembuka, dengan kedua pasangan saling menekan. Adnan/Indah sempat berada dalam posisi tertekan, namun mampu menunjukkan ketangguhan mental pada momen-momen krusial.
Kemenangan ini terasa semakin berarti karena sekaligus menjadi revans bagi Adnan/Indah. Pada pertemuan sebelumnya di Korea Open 2025 pada September lalu, mereka harus mengakui keunggulan Goh/Lai di turnamen BWF World Tour Super 500, 9-21, 20-22. Kali ini, tampil di Istora, mereka berhasil menerapkan kondisi dan mengamankan kemenangan atas pasangan Malaysia yang duduk di peringkat 11 dunia itu.
Indah Cahya Sari Jamil mengungkapkan bahwa kunci utama kemenangan mereka terletak pada kemampuan menjaga fokus dan ketenangan, terutama saat pertandingan memasuki fase paling menentukan di gim ketiga.
"Pada poin-poin terakhir, kami berdua benar-benar fokus pada tugas masing-masing. Tidak mau terlalu banyak berpikir. Yang penting bolanya masuk dulu, bagaimana caranya tidak nyangkut, dan bisa menjaga reli," ujar Indah.
Ia menambahkan bahwa mereka berusaha menghindari tekanan akibat situasi skor yang ketat. "Kami tidak mau mikirin lawan sudah 20 atau kondisi 20-20. Kami jalani saja satu demi satu, step by step. Fokus ke poin yang sedang dimainkan, bukan ke skor akhirnya," jelasnya.
Sementara itu, Adnan menegaskan bahwa secara teknis permainan tetap harus dijalankan dengan disiplin. Selain itu, kemenangan atas Goh/Lai tidak lepas dari proses pembelajaran dari pertemuan-pertemuan sebelumnya dengan pasangan Malaysia tersebut.
“Kalau dari segi permainan sebenarnya sama saja, tetap harus fokus ke strategi dan pola utama. Tapi dengan dukungan penonton, rasanya tenaga bisa bertambah,” jelas Adnan.
“Kami belajar dari pertemuan sebelumnya. Dari situ kami tahu apa yang harus diperbaiki, bagaimana mengantisipasi permainan mereka, dan bagaimana kami harus lebih siap,” peraih perunggu SEA Games 2021 itu.
Daihatsu Indonesia Masters 2026 menjadi turnamen pertama Adnan/Indah pada tahun ini. Dengan peta persaingan yang ketat di sektor campuran ganda, keduanya memilih untuk mencapai tujuan yang realistis dalam menentukan target. “Targetkan pastinya podium, tapi kami jalani secara maksimal step by step,” ujar Adnan.
Terkait evaluasi ke depan, Adnan menegaskan bahwa fokus utama mereka adalah meminimalkan kesalahan sendiri dan menjaga konsistensi permainan.
“Yang paling banyak harus dikurangi itu mati-mati sendiri. Selain itu, kami harus lebih fokus lagi di setiap poin, karena di level ini sedikit lengah saja bisa langsung berpengaruh,” tutupnya.
Sementara itu, Indah juga menekankan bahwa suasana Istora memberikan pengalaman emosional yang kuat bagi dirinya. Antusiasme penonton yang memenuhi tribun menjadi faktor nonteknis yang sangat berpengaruh.
"Melihat antusiasi supporter itu seru banget. Jujur senang rasanya sekarang Istora sudah kembali rame. Padahal ini baru hari kedua, tapi atmosfernya sudah hidup. Rasanya seperti dulu, saat Istora benar-benar penuh dan adrenalinnya langsung naik. Dukungan itu terasa sampai ke lapangan dan bikin kami lebih terpacu," tambahnya.
Adnan Maulana mengakui bahwa bermain di Istora selalu menghadirkan dorongan emosional tersendiri. Menurutnya, dukungan masyarakat tuan rumah memberi energi tambahan yang sulit ditemukan di tempat lain.
“Pasti ada pengaruhnya main di Istora. Supporter membuat kami lebih semangat dan lebih hidup di lapangan,” ujar Adnan.
Daihatsu Indonesia Masters 2026 sendiri tidak hanya menyajikan pertandingan bulutangkis kelas dunia, tetapi juga menghadirkan pengalaman hiburan bagi para penonton.
Konsep 'pesta rakyat' di kawasan Istora GBK menjadi pelengkap, dengan beragam kuliner, temu sapa, hingga nonton bareng melalui layar besar yang disediakan bagi pemilik tiket. (*)
Comment