JAKARTA, CEKLISSATU -- Persija Jakarta bertekad raih angka penuh di kandang saat menjamu Bhayangkara Presisi Lampung FC dalam lanjutan kompetisi Liga 1, Senin malam (29/12), di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK).
Target tersebut harus terwujud agar tim Macan Kemayoran mampy bangkit menjaga persaingan di papan atas klasemen.
Asisten Pelatih Lokal Persija, Ricky Nelson, menyambut antusias kembalinya tim ke GBK. Ia menilai laga kandang ini sebagai kesempatan penting untuk menebus hasil kurang maksimal pada laga sebelumnya.
“Terima kasih, kami sangat senang bisa kembali ke GBK, setidaknya ini rumah kami. Dari head coach juga menyampaikan terima kasih. Ini menjadi pembelajaran bagi kami setelah tidak mendapatkan poin sebelumnya. Semua pemain siap mendulang tiga angka di GBK. Semoga besok atmosfernya bagus, The Jakmania hadir, kami menang, dan terus bersaing di papan atas,” ujar Ricky.
Meski Persija harus menghadapi laga ini tanpa kehadiran Mauricio Souza, Ricky memastikan komunikasi antara tim pelatih dan pemain tetap berjalan optimal. Ia menegaskan seluruh persiapan teknis telah dilakukan sesuai regulasi yang berlaku.
“Komunikasi dengan head coach sudah kami jalin sejak latihan. Kami rutin menggelar meeting, menyiapkan tim pelatih dan pemain untuk menerima instruksi teknis. Untuk pertandingan besok, kami akan melihat dinamika di lapangan sesuai regulasi yang ada,” jelasnya.
Ricky juga menyoroti ketatnya persaingan papan atas yang membuat setiap laga kandang menjadi sangat menentukan. Kekalahan pesaing turut membuka peluang bagi Persija untuk memperpendek jarak poin.
“Persaingan papan atas sangat ketat. Karena itu, kami berharap selalu bisa maksimal di Jakarta. Jika kami menang besok, jarak poin tidak akan terlalu jauh. Target kami adalah selalu mengambil poin di kandang agar peluang tetap terbuka hingga putaran kedua,” tegasnya.
Terkait kekuatan lawan, Ricky mengingatkan anak asuhnya agar tidak memandang remeh Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Menurutnya, tim tamu memiliki sejumlah pemain berkualitas dan dikenal solid dalam bertahan.
“Mereka punya pemain-pemain bagus, bahkan ada yang pernah membela Persija seperti Franky, Ferrari, dan Firza. Walaupun posisi mereka di klasemen tidak di atas, Bhayangkara adalah tim berbahaya dan menjadi salah satu tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit. Ini bukan lawan yang mudah,” katanya.
Belajar dari pengalaman kekalahan sebelumnya, Persija menegaskan pentingnya kerja keras dan fokus penuh. Ricky menilai seluruh tim di Liga 1 memiliki kekuatan yang relatif merata.
“Kami sudah sepakat tidak boleh meremehkan siapa pun. Semua tim di Indonesia sama kuatnya. Untuk mendapatkan tiga poin, semua harus bekerja keras. Pemain seperti Spasojevic dan pemain asing mereka tetap menjadi perhatian utama kami,” tambahnya.
Sementara itu, pemain Persija, Van Basty, memastikan kondisi tim dalam keadaan siap tempur. Ia menegaskan motivasi tinggi skuat Macan Kemayoran untuk meraih kemenangan di hadapan pendukung sendiri.
“Persiapan kami berjalan dengan baik. Kami berharap bisa tampil luar biasa di depan The Jakmania. Bermain di kandang sangat penting bagi kami untuk mendapatkan hasil maksimal dan tiga poin,” ucap Van Basty.