BOGOR, CEKLISSATU— Perbasi Kabupaten Bogor kembali menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan regenerasi atlet basket masa depan dengan menggelar Showcase Atlet KU-15 Putra dan Putri. Ajang talent scouting ini berlangsung di GOR Laga Tangkas, Pakansari, Cibinong, pada Minggu (7/12/2025).
Seluruh klub anggota Perbasi Kabupaten Bogor diwajibkan mengirimkan maksimal lima pemain putra dan putri kelahiran 2010–2013. Namun, klub diperkenankan membawa lebih banyak pemain tambahan jika memenuhi kriteria khusus, yaitu tinggi minimal 170 cm untuk putra dan 165 cm untuk putri.
“Showcase ini adalah salah satu program kami untuk proses rekrutmen dan regenerasi atlet basket di Bumi Tegar Beriman,” ujar Sekretaris Umum Perbasi Kabupaten Bogor, Ridwan Eka Saputra—yang akrab disapa Yomi.
Baca Juga: DPP PERBASI Lakukan Penguatan Database, Bimtek Diikuti Sekitar 350 Peserta! Ini Misinya
Seleksi Ketat, Data Pemain Disiapkan untuk Pelatda Porprov 2030
Dalam kegiatan ini, Perbasi menyusun longlist atlet-atlet potensial dari 19 klub basket Kabupaten Bogor. Nantinya, data tersebut menjadi dasar pembentukan Pelatda Porprov 2030 untuk kategori kelahiran maksimal tahun 2010.
Yomi menjelaskan bahwa seluruh pemain wajib berdomisili di Kabupaten Bogor dan melampirkan Kartu Keluarga. Atlet dari luar daerah tetap bisa ikut dengan syarat membuat pernyataan kesediaan mematuhi aturan wilayah.
“Showcase KU-15 ini akan memberi dampak besar bagi proses regenerasi. Kami berharap lahir pebasket muda potensial yang kelak menjadi tumpuan masa depan Kabupaten Bogor,” ujarnya.
Dua Skema Pelatda: 5 Wilayah atau Sentralisasi di Pakansari
Baca Juga: 111 Games dalam 2 Hari, Sejarah Terukir di Seri Jawa Mandiri SSS 3x3 Indonesia Tournament
Untuk pembinaan jangka panjang, Perbasi menyiapkan dua skema Pelatda KU-15:
1. Pelatcab di lima wilayah Kabupaten Bogor, atau
2. Sentralisasi Pelatda di GOR Laga Tangkas Pakansari, yang difasilitasi sarana lengkap mulai dari lintasan atletik, weight room, hingga lapangan basket berstandar nasional.
Program ini mendapat dukungan dari Dispora Kabupaten Bogor, KONI Kabupaten Bogor, serta kolaborasi dengan Bogor Hornbills.
Pendidikan Terpusat untuk Memaksimalkan Monitoring Atlet
Selain aspek teknis, Perbasi juga mempertimbangkan pemusatan pendidikan para atlet. Yomi menyebut rencana menyatukan atlet dalam satu sekolah terpadu agar memudahkan pemantauan perkembangan akademik maupun performa basket mereka.
“Ini amanat dari Ketua Umum Perbasi Kabupaten Bogor, Ibu Nurunnisa Setiawan, yang sangat peduli terhadap perkembangan basket. Bicara hasil itu nomor sekian, yang penting kami jalankan prosesnya dengan baik,” tegasnya.
Siap Tempur di Porprov XV 2026
Meski fokus pada regenerasi jangka panjang, Perbasi Kabupaten Bogor juga memastikan bahwa persiapan menuju Porprov XV 2026 tetap berjalan solid.
“Kami sudah on the track. Proses verifikasi data keabsahan dari KONI Kabupaten Bogor sudah dilakukan. Pelatih dan pemain pun telah didaftarkan—tinggal memantapkan persiapan akhir,” kata Yomi.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan kerja sama semua pihak.
“Dengan kebersamaan dan kolaborasi, saya yakin program ini akan berjalan sukses sesuai harapan kita," pungkasnya.