Para pemain mereka menunjukkan penguasaan bola yang rapi dan pressing yang kuat membuat lini tengah Garuda Muda kesulitan mengembangkan permainan.

Meski begitu, Indonesia tak menyerah begitu saja, pertandingan sempat berjalan alot ketika Garuda Muda mulai menemukan ruang menyerang dari kedua sisi sayap lapangan. 

Baca Juga: Timnas Indonesia U-17 Akhiri Fase Grup Piala Dunia U-17 dengan Kemenangan 2-1 atas Honduras

Beberapa kali umpan tarik dan crossing dilepaskan menuju kotak penalti Mali. Namun, peluang demi peluang itu selalu kandas entah diblok pemain belakang, dimentahkan kiper, atau tak menemui target.

Ketegangan makin terasa ketika laga memasuki menit-menit akhir, Indonesia mencoba menekan penuh, berharap gol cepat bisa membuka harapan. Namun yang terjadi justru sebaliknya. 

Pada menit ke-90, Mali kembali menunjukkan taji mereka, melalui skema serangan dari tengah, pemain bernomor punggung 17, Moulaye Haidara, berdiri bebas di luar kotak penalti. 

Baca Juga: Timnas Indonesia U-17 Lupakan Kekalahan Fokus Pulihkan Kondisi dan Siapkan Strategi Hadapi Brasil

Tanpa ragu, ia melepaskan tembakan keras yang meluncur deras ke gawang Indonesia yang tak mampu dijangkau Cahya Supriadi. Mali memperlebar keunggulan menjadi 3-0.