JAKARTA, CEKLISSATU - Sebagai masyarakat olahraga prestasi, seluruh atlet harus sportif dalam bertanding. Salah satunya melawan penggunaan Doping untuk atlet, termasuk atlet Binaraga dan Fitness Indonesia.

Ketum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman tegaskan agar seluruh atlet olahraga prestasi bebas dari Doping.

Hal tersebut disampaikan usai menerima audiensi Ketum Pengurus Pusat Perkumpulan Binaraga Fitness Indonesia (PP.PBFI) 2020-2024 Irwan Alwi. Audiensi tersebut dilaksanakan pada tanggal 20 Februari 2025 di Kantor KONI Pusat.

Pada saat audiensi, Irwan Alwi sampaikan bahwa atlet PBFI di Indonesia bebas Doping. Sedangkan atlet-atlet yang menggunakan merupakan atlet profesional yang berada di luar PBFI, yakni NPC & IFBB Pro League Indonesia.

Irwan sampaikan bahwa tanpa Doping, atlet dapat berprestasi, tentunya dengan kerja keras. Doping dapat membuat penggunanya bekerja lebih ringan namun berdampak pada kesehatan.

Selain itu dibahas juga tentang potensi industri klub kebugaran di Indonesia. Ketum KONI Pusat berpesan agar PBFI dapat menggencarkan sertifikasi agar standar terpenuhi di setiap venue. Irwan juga sampaikan bahwa dalam perizinan, PBFI sudah diakui pemerintah. Berkaitan usaha klub kebugaran, harus memiliki Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 93127 yang akan diproses Sistem OSS dengan dukungan izin PBFI.

Hal tersebut harus disosialisasikan dengan baik dan menjadi pekerjaan rumah PBFI menurut Irwan yang juga Wakil Presiden Federasi Asia.

Tak ketinggalan, di ujung masa baktinya, Irwan juga melaporkan rencana iklim Dunia di Batam pada tahun ini. “Di tengah orang-orang yang meragukan, PBFI mendapat kesempatan menjadi tuan rumah kejuaraan dunia,” puji Ketum KONI Pusat.

Irwan Alwi juga sampaikan rencana persiapan Musyawarah Nasional (Munas) PBFI 2025.

“Munas milik kita semua. Keguyuban harus tetap dijaga. Kehadiran semua peserta untuk prestasi olahraga,” pesan Marciano.