Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, Dedy menegaskan hal tersebut tidak menjadi penghalang. Justru sebaliknya, kondisi itu menjadi pemacu semangat untuk membuktikan prestasi bisa diraih dengan niat kuat dan strategi tepat.
“Keterbatasan anggaran bukan halangan, melainkan pelecut. Kami ingin membuktikan bahwa dengan tekad yang kuat, hasil maksimal tetap bisa diraih,” tegasnya.
Lebih lanjut, Dedy menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bogor dan DPRD atas dukungan nyata terhadap pembinaan olahraga. Salah satunya melalui lahirnya Perda Keolahragaan, yang dinilai menjadi angin segar bagi masa depan atlet.
Menurutnya, Perda tersebut bukan hanya bentuk penghargaan atas prestasi atlet, tetapi juga jaminan keberlangsungan hidup mereka setelah pensiun dari dunia olahraga.
“Perda Keolahragaan adalah bentuk kepedulian pemerintah. Atlet yang berprestasi memiliki peluang masa depan, termasuk kesempatan bekerja di BUMD Kota Bogor berdasarkan poin prestasi yang diraih,” pungkas Dedy.