BOGOR, CEKLISSATU - Jalan kaki selama ini identik sebagai olahraga ringan untuk menjaga kebugaran tubuh. Namun, aktivitas sederhana tersebut ternyata juga disebut dapat membantu meningkatkan kreativitas dan membuat pikiran lebih segar di tengah rutinitas yang padat.

Belakangan, kebiasaan berjalan kaki mulai kembali diminati berbagai kalangan. Aktivitas ini semakin sering dilakukan pada pagi maupun sore hari, baik di area taman kota, trotoar, hingga ruang terbuka lainnya. Selain mudah dilakukan, jalan kaki dinilai menjadi olahraga yang praktis karena tidak membutuhkan biaya besar maupun peralatan khusus.

Di tengah aktivitas yang banyak dihabiskan di depan layar laptop dan gawai, berjalan kaki juga mulai dipilih sebagian orang sebagai cara sederhana untuk mengurangi rasa jenuh akibat terlalu lama duduk dan bekerja dalam ruangan.

Baca Juga: Satu Unit Angkot Jurusan Salabenda-Pasar Anyar hangus Terbakar, Damkar Kota Bogor Beberkan Sebabnya

Tak sedikit orang memanfaatkan waktu berjalan kaki untuk sekadar mencari udara segar, mendengarkan musik, atau menjernihkan pikiran setelah beraktivitas. Kondisi tersebut membuat jalan kaki tidak lagi dipandang hanya sebagai aktivitas fisik, tetapi juga menjadi kebiasaan ringan yang membantu tubuh dan pikiran tetap aktif.

RSUD Ir Soekarno Kabupaten Sukoharjo dalam artikelnya menyebut bahwa berjalan kaki selama 15 menit dapat membantu meningkatkan kreativitas. Hal tersebut mengacu pada studi dari Stanford yang menyebut seseorang cenderung menghasilkan ide lebih kreatif saat berjalan kaki dibanding duduk diam terlalu lama.

Lingkungan kerja maupun belajar yang monoton sering kali membuat seseorang sulit berkonsentrasi dan kehabisan ide. Aktivitas yang terus dilakukan di depan layar dalam waktu lama juga dapat membuat tubuh terasa lelah dan pikiran menjadi kurang fokus.

Karena itu, berjalan kaki sejenak dinilai dapat membantu otak bekerja lebih rileks sekaligus memberi suasana baru bagi pikiran. Gerakan tubuh saat berjalan disebut membantu melancarkan aliran darah sehingga pasokan oksigen menuju otak menjadi lebih baik.

Tak hanya berkaitan dengan kreativitas, jalan kaki juga memiliki sejumlah manfaat lain bagi kesehatan tubuh. Artikel kesehatan dari RSUD Meuraxa Banda Aceh menyebut bahwa berjalan kaki dalam durasi singkat dapat membantu melancarkan sirkulasi darah dan membuat tubuh terasa lebih segar.

Selain itu, berjalan kaki selama lima hingga 10 menit juga dinilai dapat membantu memperbaiki suasana hati dan mengurangi ketegangan setelah beraktivitas. Aktivitas ringan ini membantu tubuh tetap bergerak di tengah kebiasaan duduk terlalu lama saat bekerja maupun belajar.

Baca Juga: PBVSI Siapkan 16 Pemain Timnas Voli Putra untuk AVC Nations Cup dan SEA V League 2026

Manfaat lainnya juga dirasakan ketika jalan kaki dilakukan secara rutin. Berjalan kaki selama 15 menit setelah makan disebut dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil karena tubuh menggunakan glukosa sebagai sumber energi.

Sementara itu, berjalan kaki selama 20 hingga 30 menit dinilai membantu proses pembakaran lemak dan menjaga metabolisme tubuh tetap aktif. Aktivitas ini juga disebut dapat membantu memperkuat tulang serta menjaga tubuh tetap bugar jika dilakukan secara konsisten.

CNBC Indonesia dalam artikelnya juga menyebut bahwa waktu berjalan kaki dapat memengaruhi manfaat yang dirasakan tubuh. Jalan kaki pagi hari dinilai membantu meningkatkan energi untuk memulai aktivitas, sedangkan berjalan kaki pada sore atau malam hari membantu tubuh lebih rileks setelah menjalani rutinitas seharian.

Di tengah gaya hidup modern yang serba cepat, jalan kaki kini mulai kembali dipilih sebagai olahraga ringan yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain membantu menjaga kebugaran tubuh, aktivitas sederhana ini juga dinilai dapat membantu menjaga fokus dan membuat pikiran lebih segar saat mencari ide maupun menjalani aktivitas harian.

Siti Balqis Sari Manah