BOGOR, CEKLISSATU — Dibalik gemuruh sorak kemenangan para atlet disabilitas Kabupaten Bogor, ada sosok yang kerap luput dari sorotan publik. Ia bukan atlet yang berdiri di podium, bukan pula pejabat yang menyerahkan medali. Sosok itu adalah Doris Sundari, mentor sekaligus pendamping setia anak-anak disabilitas di Sentra Olahraga Disabilitas (SOD) Kabupaten Bogor.
Bagi para atlet, Doris—yang akrab disapa Bunda—bukan sekadar pelatih teknis. Setiap hari, ia hadir sebagai pendengar, penyemangat, sekaligus tempat bersandar. Ia memahami betul bahwa membina atlet disabilitas tidak cukup hanya dengan program latihan fisik, tetapi juga menuntut kepekaan, empati, dan kesabaran.
“Anak-anak ini bukan hanya butuh dilatih fisiknya, tapi juga hatinya. Mereka harus merasa aman, dihargai, dan dipercaya dulu sebelum bicara soal prestasi,” ujar Doris saat ditemui di sela aktivitas pendampingan di SOD Kabupaten Bogor, Jumat (19/12/2025).
Baca Juga: 138 Atlet Ikuti Kejuaraan Nasional Indoor Skydiving Dankorbrimob Cup II di Cikeas Kabupaten Bogor
Kepekaan Doris terlihat dari perhatian terhadap hal-hal sederhana. Ia hafal kebiasaan, keterbatasan, hingga perubahan emosi para atlet binaannya. Ketika melihat ada atlet yang murung, Doris tak segan menghentikan latihan sejenak, duduk berdampingan, dan mengajak berbincang dari hati ke hati.
“Kadang mereka capek bukan karena latihan, tapi karena beban pikiran. Ada yang minder, rindu keluarga, atau masih berjuang menerima kondisinya. Di situlah peran mentor harus benar-benar hadir,” tuturnya dengan suara pelan.