BOGOR, CEKLISSATU - Meski kompetisi Liga Indonesia paruh kedua baru akan bergulir di pekan depan. Namun, pihak PSS Sleman yang akan menjamu Persikabo 1973 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (4/1/2024) harus menggelar pertandingan tanpa penonton buntut dari sanksi Komdis PSSI akibat dugaan mafia bola yang terjadi belum lama ini.

Sebelumnya, PSS memang diberi opsi dua pilihan stadion untuk kandang sementara, yaitu Stadion Manahan Solo dan Stadion Sultan Agung Bantul. Sebab, Stadion Maguwoharjo direnovasi hingga Oktober 2024.

"Kalau fix-nya pada kick off pertama besok di Februari kami masih menjalani hukuman. Maka kami akan berkandang di Bantul,” ungkap Ketua Panitia Penyelenggara (Panpel) PSS Sleman, Yuyud Pujiarto, Minggu, (31/12/2023).

Baca Juga : Resmi Dinaturalisasi, Jay Idze Tidak Sabar Merumput di GBK

Keputusan ini diambil pihak Panpel mengingat saat ini PSS tengah dihukum tiga laga tanpa suporter. Yuyud menyebut pihak PSS sudah konfirmasi ke Pemkab Bantul, Polres, hingga Polda DIY.

"Kami sudah bersurat ke Bantul, sudah konfirmasi ke Polres, Polda, dan tinggal nanti tindak lanjutnya kami akan menyusuli surat serta sowan ke Bantul," ujar Yuyun.

"Karena ini masih ada sisa waktu satu bulan untuk persiapan, kami akan gemborkan. Yang penting kami sudah audiensi sama Pemkab Bantul untuk menggelar laga tanpa penonton di Bantul," sambungnya.

Diketahui, PSS Sleman tengah menjalani hukuman tiga laga tanpa suporter imbas dari kericuhan yang terjadi kala Super Elang Jawa menjamu Bali United beberapa waktu lalu.

Di sisi lain, PSS juga membutuhkan poin di laga kontra Persikabo untuk mengamankan posisi di Liga 1. Mengingat pada pekan sebelumnya, Kim Kurniawan dkk menelan kekalahan dari Persija dengan skor tipis 0-1.