BOGOR, CEKLISSATU– Atmosfer pembinaan sepakbola usia dini di Kabupaten Bogor semakin bergairah. Sebanyak 69 klub anggota PSSI Kabupaten Bogor dipastikan ambil bagian dalam ajang Liga Jabar Istimewa 2026 tingkat Kabupaten Bogor yang akan digelar pada 23–24 Mei 2026.
Kompetisi yang menjadi program resmi PSSI Jawa Barat ini akan mempertandingkan kategori usia 10 tahun (KU-10) dan usia 12 tahun (KU-12), sekaligus menjadi ajang pencarian bibit-bibit pesepakbola potensial menuju level yang lebih tinggi.
Ketua PSSI Kabupaten Bogor, H. Iswahyudi, mengatakan antusiasme klub-klub sepakbola di Kabupaten Bogor sangat tinggi dalam menyambut event tersebut.
“Sebanyak 69 tim dipastikan ikut ambil bagian. Terdiri dari 42 tim KU-12 dan 27 tim KU-10. Ini menunjukkan gairah pembinaan sepakbola usia dini di Kabupaten Bogor berjalan sangat baik,” ujar Iswahyudi, Sabtu (16/5/2026).
Baca Juga: Sekjen PSSI Ingatkan Suporter, Sepakbola Indonesia Masih dalam Pengawasan FIFA
Ajang bertajuk Liga Jabar Istimewa 2026 tingkat Kabupaten Bogor ini akan memperebutkan Piala Bupati Bogor Rudy Susmanto. Seluruh pertandingan rencananya digelar di Lapangan Komplek Kostrad dan Yon Armed.
Tak hanya menjadi kompetisi tingkat daerah, Liga Jabar Istimewa juga menjadi pintu menuju fase berikutnya. Nantinya, lima hingga enam wakil terbaik dari Kabupaten Bogor akan melaju ke fase Zona Puncak Raya.
“Fase Zona Puncak Raya nantinya akan digelar di Kabupaten Bogor dan diikuti wakil dari Kota Bogor, Kota Depok, Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, serta Kabupaten Bogor sebagai tuan rumah,” jelasnya.
Iswahyudi juga memberikan apresiasi khusus kepada Ketua KONI Kabupaten Bogor, Arif Rochmawan atau Kang Atep, yang dinilai memberikan dukungan besar terhadap perkembangan sepakbola di Kabupaten Bogor.
Menurutnya, perhatian dan motivasi dari Kang Atep menjadi energi positif bagi PSSI Kabupaten Bogor dalam menyukseskan Liga Jabar Istimewa 2026.
“Luar biasa dukungan dari Pak Atep kepada kami di PSSI Kabupaten Bogor. Bahkan beliau berencana hadir pada kick off Liga Jabar Istimewa 2026 tingkat Kabupaten Bogor,” ungkap Iswahyudi.
Lebih lanjut, ia menilai kebijakan KONI Kabupaten Bogor yang fokus pada pembinaan atlet lokal sejalan dengan visi PSSI Kabupaten Bogor dalam membangun kekuatan sepakbola daerah dari akar pembinaan usia dini.
“PSSI Kabupaten Bogor sangat seirama dengan kebijakan KONI Kabupaten Bogor yang fokus pada pembinaan atlet-atlet lokal,” tandasnya.