JAKARTA, CEKLISSATU -- Peserta Wirasena Youth Camp 2026 menjalani sesi terakhir di ruang kelas bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2026). Agenda ini, yaitu refleksi dan Deklarasi Komunitas Wirasena, berlangsung di kelas keempat dengan fasilitator masing-masing.
Di Kelas 1 yang bertempat di Artotel Taman Ismail Marzuki (TIM), peserta menuliskan perasaan selama kegiatan dan komitmen yang akan dibawa pulang sebagai penggerak di daerah masing-masing.
Kelas 1 dipandu fasilitator Ni Made Gita Kusuma Yanti dari Bali dan Kevin Irsyad Suyuthi dari Bengkulu. Di layar, satu pertanyaan menjadi pengantar: komitmen apa yang benar-benar ingin dibawa pulang dan dijaga.
Setiap peserta lalu mengisi Lembar Komitmen Pribadi yang memuat kalimat pembuka “Sebagai bagian dari Komunitas Wirasena, satu komitmen nyata yang akan kujaga sebagai penggerak adalah ...”.
Dari kalimat itu, mereka menulis kalimat demi kalimat tentang langkah setelah kembali ke daerah, termasuk cara membagikan ilmu dan pengalaman yang didapat selama perkemahan.
Setelah itu, peserta duduk melingkar. Setiap orang memegang selembar kertas bertuliskan namanya masing-masing, lalu kertas digilir ke peserta di sebelahnya. Tiap peserta menuliskan kesan atau tanggapan untuk nama yang tertera di kertas yang sedang dipegang.
Putaran berlanjut sampai kertas kembali ke pemiliknya, sehingga setiap peserta dapat membaca tulisan dari semua orang di ruangan. Para fasilitator ikut duduk di tengah peserta dan menulis di tiap kertas, sehingga peserta dan fasilitator saling meninggalkan pesan dalam suasana yang setara.
Sesi ditutup dengan layar terakhir yang memuat pesan untuk peserta: mereka datang membawa satu nama, dan hari ini membawa banyak nama dari seluruh angkatan.
Pesan itu menyebut komitmen yang dinyatakan peserta sebagai janji kepada Indonesia yang tidak dijaga sendirian, lalu ditutup dengan “Selamat melangkah pulang, dan selamat memulai.” Peserta masih duduk melingkar, saling merangkul teman di sebelahnya, dan menyanyikan lagu “Sampai Jumpa” milik Endank Soekamti.
Kedua fasilitator menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi seluruh peserta yang telah menuntaskan Wirasena Youth Camp dengan semangat, pikiran, dan waktu mereka. Mereka berharap peserta pulang membawa pengalaman dan ilmu yang berharga.
“Saya berharap teman-teman benar-benar menerapkan nilai patriotik, gigih, dan berempati yang menjadi tema besar Wirasena Youth Camp,” ujar Ni Made Gita Kusuma Yanti.
Bagi peserta, perpisahan ini terasa berat. Indhie Rina Tamandalan, peserta asal Sulawesi Barat, mengaku sedih harus berpisah dengan teman-teman seangkatannya ketika ditemui seusai sesi.
"Sedih banget harus berpisah dengan peserta Wirasena Youth Camp ini. Karena sudah merasa ada ikatan dari pertama kegiatan berlangsung sampai sekarang. Sudah melewati banyak hal. Kita sudah saling kenal satu sama lain. Sudah punya banyak mimpi, rencana untuk sama-sama membangun Indonesia menjadi lebih baik," ujarnya.
Para peserta juga memiliki grup WhatsApp untuk berdiskusi dan bertukar cerita. Selepas camp, Indhie berharap persaudaraan itu terus terjaga.
Karena sudah merasa ada ikatan dari pertama kegiatan berlangsung sampai sekarang. Sudah melewati banyak hal. Kita sudah saling kenal satu sama lain. Sudah punya banyak mimpi, rencana untuk sama-sama membangun Indonesia menjadi lebih baik,” ujarnya. Para peserta juga memiliki grup WhatsApp untuk berdiskusi dan bertukar cerita. Selepas camp, Indhie berharap persahabatan itu terus terjaga.
Di hari yang bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda, para peserta menutup sesi ini dengan janji yang mereka tulis sendiri. Janji itu kini mereka bawa pulang ke daerah masing-masing.
Namun, kebersamaan mereka belum selesai. Nanti malam, pukul 19.00–21.00 WIB, empat kelas akan berkumpul di Teater Mini TIM untuk Malam Inagurasi Wirasena Youth Camp dan menampilkan karya masing-masing.