Sebuah mediasi yang diinisiasi Kepala Desa awal pekan ini justru memperkeruh suasana. Menurut anggota BPD Desa Padurenan, Winarno enam pedagang yang diundang justru membawa serta puluhan orang tak dikenal. “Situasi jadi tegang. Warga merasa diintimidasi,” ujar Winarno.

Hal itu dibenarkan oleh salahsatu pengurus RT yang ikut hadir dalam mediasi Tersebut, Yohanes Sri Purnama. "Kami menyayangkan sikap pasif Kepala Desa dan perwakilan Kecamatan Gunung Sindur saat situasi memanas. Forum itu tak sehat. Banyak wajah asing yang memprovokasi. Tapi kepala desa dan Kasie Satpol PP kecamatan hanya diam,” ungkapnya. 

Baca Juga: Rekayasa Jalur Cipinang Gading Tunggu Kesepakatan Pengusaha Angkot

Beruntung, kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas mengawal warga keluar dari forum dengan aman.

Dugaan adanya “bekingan” oknum pejabat desa dan kecamatan atas para pedagang liar menjadi pemicu utama pengembalian stempel oleh para pengurus lingkungan. “Kami merasa tak lagi diberi ruang untuk melindungi hak warga. Karena itu, kami sepakat menggantungkan jabatan sebagai bentuk perlawanan moral,” tegas ketua RT 01 RW 07, Bunaji.